Hari Ini!  Jum'at, 18 Mei 2012

Mendesak Percepatan Tol Sumatera

E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita
Menteri BUMN Dahlan Iskan bersama Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin memimpin rapat percepatan pembangunan jalan tol Sumatera. Hanya tiga jam, pertemuan antara BUMN Jasa Marga dengan gubernur se-Sumatera di Griya Agung Palembang itu menghasilkan beberapa kesimpulan penting.

Selain gubernur Sumsel, rapat kemarin dihadiri Gubernur Jambi Hasan Basri Agus, Gubernur Riau H.M. Rusli Zainal, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Plt. Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, dan Wagub Kepulauan Babel Syamsuddin Basari. Dari Bengkulu dan NAD dihadiri asisten II, sedangkan Kepri dan Lampung diwakili kepala Bappeda.

Kesimpulan penting pertama dan paling utama yakni pembangunan jalan tol Sumatera mutlak harus dipercepat pelaksanaannya. ’’Dari pembahasan tadi, secara finansial mungkin belum layak. Tetapi secara ekonomis, ini (tol Sumatera) sudah sangat layak,” kata Dahlan.

Dengan mengetahui kondisi di lapangan, maka yang akan mendapatkan manfaat terbesar dari pembangunan jalan tol adalah kawasan yang dilalui, bukan perusahaan jalan tolnya. Dalam pertemuan itu disepakati untuk membentuk konsorsium antara PT Jasa Marga dengan masing-masing pemerintah provinsi/kabupaten/kota.

’’Konsorsium ini terbuka untuk perusahaan/BUMN/BUMD lainnya dan pihak swasta yang memang benar-benar punya modal,’’ ucapnya. Dalam mewujudkan percepatan pembangunan tol Sumatera, pemerintah daerah dituntut peranan aktifnya. Mulai perizinan hingga masalah amdal (analisis mengenai dampak lingkungan), pencadangan kawasan ekonomi, pembebasan lahan, hingga setoran penyertaan saham dalam konsorsium.

Tidak hanya itu, Dahlan juga meminta sudah saatnya dibangun double track (jalur ganda) kereta api di Lampung-Sumsel. Ini dilontarkan menyikapi kecelakaan antara dua KA babaranjang di Km 336, Desa Air Limau, Muaraenim, yang menewaskan empat orang. ’’Kita sedang berduka. Kejadian itu menyedihkan,” ucapnya kemarin.

Double track ini juga untuk membagi beban jalur yang selama ini hanya satu, tetapi dipergunakan untuk bersama. ’’Ini memberikan pelajaran bagi kita. Perlu dipercepat adanya double track itu,” cetusnya.

Di bagian lain, lanjut Dahlan, pemerintah juga tengah merencanakan pengoperasian kereta supercepat di rute Jakarta-Surabaya. Pemerintah optimistis proyek yang dinamakan ’’Argo Cahaya’’ itu dapat terealisasi tahun 2025 mendatang. Setelah melalui proses feasibility study (studi kelayakan), April nanti pembicaraan serius dengan kreditur Jepang mulai dilakukan.

Sejauh ini sudah ada pembicaraan awal dengan pihak Jepang dengan loan (pinjaman) selama 40 tahun. Perencanaan dilakukan April tahun 2012 ini secara bertahap. Kereta api supercepat itu akan bisa melaju dengan kecepatan 300 kilometer per jam, tiga kali lipat dibanding kereta biasa. Dengan melayani rute Jakarta-Surabaya sepanjang 685 kilometer, maka diperkirakan dua kota itu bisa ditempuh selama 2 jam 53 menit.

Kereta supercepat ini akan menelan dana USD14,3 miliar hanya untuk konstruksi. Belum termasuk lahan dan detail engineering design (DED). Sehingga kalau ditotal menelan dana USD20 miliar atau Rp180 triliun. (jpnn/c1/ary)