Selasa, 2 September 2014
     

Bobby ’’Kebo’’ Yoga, Promotor Musik Jogja yang Tewas di Rel Kereta Api

1490
Kali Dibaca
E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita
Sempat Pesan Ingin Dimakamkan di Dekat sang Kakek
Kematian mengenaskan Yustinus Yoga Cahyadi alias Bobby "Kebo" Yoga, promotor musik Jogjakarta, sangat mengagetkan keluarga dan kalangan event organizer (EO) di Kota Gudeg. Mereka tidak menyangka bahwa kekacauan konser musik yang diprakarsai Kebo berakhir tragis bagi sang promotor.

Laporan Mukhtar Lutfi, MAGELANG

ALOYSIUS Paryadi berteriak-teriak histeris ketika jenazah anaknya, Yustinus Yoga Cahyadi, tiba di rumahnya di Dusun Gajahan, Desa Seloboro, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, kemarin siang. Dia seolah tidak terima atas takdir yang menimpa anaknya. "Yoga, kowe kok tego ninggalno aku (kamu kok tega meninggalkan aku, Red)," teriak Paryadi sambil meronta-ronta dari pegangan tetangga dan keluarga.

Tangisnya semakin menjadi-jadi ketika peti jenazah akan dimasukkan ke liang kubur di pemakaman umum Dusun Gajahan. Dia terus meronta ingin memeluk anak tercintanya yang punya nama beken Bobby "Kebo" Yoga itu.

Sedangkan ibu Kebo, Yanti Paryadi, terlihat lebih tabah. Duduk di kursi dekat peti jenazah, perempuan parobaya itu terpekur dalam doa yang khusyuk. Ketabahan yang sama diperlihatkan istri Kebo, Anastasia Arini Retnowati. Arini terus memeluk Yorinta, anak semata wayang mereka, sambil melihat prosesi pemakaman suaminya.

Namun, begitu jenazah dimasukkan ke liang lahad dan mulai diuruk tanah, tangis Yanti dan Arini tak bisa ditahan lagi. Dua perempuan itu histeris memanggil-manggil nama mendiang. Suasana jadi penuh haru.

Seperti diberitakan, Kebo ditemukan tewas di lintas kereta api (KA) Sorowajan Baru, Banguntapan, Bantul, Jogjakarta, Minggu (26/5) sekitar pukul 07.55 WIB dengan kondisi mengenaskan. Dugaan sementara, dia sengaja melindaskan tubuhnya pada KA Sri Tanjung jurusan Jogja–Banyuwangi yang sedang melintas. Menurut saksi mata, ketika kereta akan lewat, dia buru-buru lari ke tengah rel, lalu tidur telungkup. Sri Tanjung yang meluncur dari arah barat (Jogja) langsung melindas tubuhnya.

Berdasar keterangan saksi mata, Kebo sejak pagi terlihat mondar-mandir tak jelas di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Diduga kuat, dia memang berkeinginan bunuh diri. "Kelihatan seperti depresi," ucap Soleh, salah seorang penjual bubur kacang hijau yang sempat melayani Kebo kala membeli rokok dan minuman di warungnya.

Kebo merasa stres dan depresi lantaran konser Local Stock Festival (Locstock Fest) #2 yang diprakarsainya gagal total. Dalam forum internet dan media sosial, status Kebo jadi perbincangan hangat. Banyak yang memaki-maki promotor musik itu.

"Trimakasih atas sgala caci maki @lockstockfest2.. Ini gerakan.. Gerakan menuju Tuhan.. Salam." Demikian status terakhir Kebo yang memiliki akun Twitter @effort_creative.

Kebo dikenal sudah lama bergelut di bidang EO pergelaran musik. Pada 2009, dia sukses menggelar konser Lockstock Fest #1. Karena itu, dia ingin mengulang sukses di Lockstock Fest #2 pada 25–26 Mei 2013. Namun, rencana konser berjalan tidak seperti yang diharapkan. Sejumlah penampil seperti Ras Muhammad, Koil Band, Shaggydog, dan Tohpati membatalkan penampilan mereka. Kebo pun jadi bulan-bulanan caci maki banyak pihak di media seperti Facebook dan Twitter.

Menurut keterangan sejumlah rekannya, persiapan Lockstock Fest #2 yang berencana menampilkan puluhan band lokal dan ibu kota sejak awal memang banyak dihinggapi masalah. Mulai urusan promosi yang tak jalan hingga persoalan dana yang kurang. Beberapa band terkenal akhirnya membatalkan keikutsertaan karena pembayaran honornya belum beres.

Kebo sebenarnya sudah berupaya menutupi kekurangan anggaran dengan berutang ke sejumlah pihak. Namun, itu belum cukup. Konser yang akhirnya hanya berlangsung sehari (25/5) itu jauh dari harapan panitia. Pendapatan dari tiket tanda masuk maupun sponsor tetap tak mampu membalikkan modal. Apalagi untuk membayar utang Kebo ke sejumlah pihak. Kondisi itulah yang menambah kalut pria 36 tahun tersebut. Ujung-ujungnya, dia ditemukan tak bernyawa di tengah rel KA dengan kondisi mengenaskan.

Menurut kerabat almarhum, sebulan lalu Kebo sempat pulang ke Magelang untuk mengikuti peringatan seratus hari meninggalnya sang kakek, Sumarwoto. Kepada keluarga, Yoga sempat berpesan, jika suatu saat meninggal dunia, dirinya ingin dimakamkan berdekatan dengan makam kakeknya di pemakaman umum Gajahan. "Kami tidak tahu pesannya itu ternyata akan terjadi hari ini (kemarin)," kata Siti Aminah, kerabat almarhum.

Locstock Fest #2 rencananya diisi penampilan sekitar 120 band dari Jogjakarta. Band-band Jogja dengan fans base yang besar, antara lain, Shaggydog, Endank Soekamti, Captain Jack, FSTVLST, JogjaHipHop Foundation, DeathVomit, dan band-band fenomenal seperti Seek Six Sick, Zoo, sertaSenyawa setelah pulang dari turnya di Australia dan Eropa.

Selain itu, ada belasan band tamu dari luar kota. Di antaranya, KOIL (Bandung), Efek Rumah Kaca (Jakarta), Tohpati Bertiga (Jakarta), Payung Teduh (Jakarta), dan Navicula (Bali). Seluruh band itu akan tampil dan mengisi lima panggung yang dibangun di arena festival.

Festival itu juga akan dimeriahkan kontes aransemen dari 20 band SMA, rekaman langsung kompilasi 30 band hasil seleksi, LAPAK Pasar Tiban Musik, pameran serta arena gathering, workshop, dan sharing dari seluruh pelaku musik yang terlibat.

Selama ini, Kebo dikenal memiliki kedekatan emosional dengan seniman musik Jogjakarta. Sebagai executive director EFFORT Inc. Creative Communication, Kebo memiliki impian memajukan dunia musik Kota Budaya itu agar memiliki nilai saing dengan kota lain. Salah satu caranya, kembali menghidupkan event music terbesar di Jogjakarta, Locstock Fest #2.

Konser yang diadakan pada 25–26 Mei 2013 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, rencananya menjadi representasi gerakan budaya bagi semua musisi, seniman musik, dan pencinta musik di Jogjakarta. Ketika jumpa pers beberapa hari sebelumnya, Kebo menjelaskan bahwa seluruh tiket yang terjual dan dukungan beberapa sponsor yang terlibat akan digunakan semata-mata untuk membangun even festival secara profesional.

Saldo biaya produksi akan dihibahkan sepenuhnya menjadi dana abadi musisi Jogjakarta dan peruntukannya dikelola Forum Komite Locstock & Board Advisor atau lembaga apa pun yang akan terbentuk yang seterusnya akan mengagendakan festival itu pada tahun-tahun mendatang.

Sayangnya, sebelum impian itu benar-benar terealisasi, Kebo sudah meninggalkan cita-citanya. Permasalahan yang pelik ketika acara berlangsung membuat dia memilih mengakhiri hidup. Meski sudah tiada, jasa dan semangat Kebo masih melekat di benak para seniman Jogjakarta.

Dewan Pendiri Locstock Fest Djaduk Ferianto mengaku kaget saat mendengar kabar meninggalnya Kebo. Di matanya, Kebo adalah sosok yang sangat bertanggung jawab dan memiliki idealisme yang besar.

Djaduk kali pertama bertemu Kebo saat acara musik di Lembah UGM sepuluh tahun lalu. Djaduk mengapresiasi sikap dan sifat Kebo kala mengurus sebuah acara. Tegas dan memiliki keberanian dalam mengambil setiap tindakan.

"Jenenge wae (namanya saja) Kebo, pasti memiliki keberanian-keberanian yang luar biasa dalam mengemas sebuah acara," kenang Djaduk kemarin.

Soal banyaknya cyber bullying dari orang-orang yang kecewa terhadap konser musik yang diprakarsai Kebo, Djaduk menyesalkan sikap berlebihan yang terkesan menghakimi dan menyudutkan sang promotor.

"Saya yakin, ketika menghilang, Kebo sebenarnya sedang mencari solusi bagaimana agar acara (Locstock Fest) tetap berlangsung, karena misi yang diemban dalam acara itu sangat mulia. Tapi, saya juga memaklumi bila ada teman-teman yang mengeluarkan unek-uneknya," kata Djaduk.

Sama halnya dengan Djaduk, vokalis Endank Soekamti, Erix Soekamti, mengungkapkan rasa prihatinnya atas tindakan yang dipilih Kebo. Endank Soekamti yang rencananya tampil pada hari kedua (26/5) telah menyiapkan konsep khusus.

Meski mengetahui pada hari pertama Locstock Fest sempat mengalami kekacauan, Erix dkk. tetap bersikukuh untuk tampil. Sayangnya, belum sempat menyanyikan lagu-lagu andalan mereka, Kebo memilih jalan yang tidak diduga.

"Saya memandang Kebo sebagai orang yang memiliki idealisme dan misi besar. Misinya benar-benar ingin memajukan musik Jogjakarta. Sayangnya, dukungan dari berbagai pihak dirasa kurang, bahkan malah melakukan bullying di Twitter," tutur Erix.

Vokalis band Newdays sekaligus pemilik Soundbox Factory yang bergerak di penggandaan CD Album, Sandy Abdurahman, mengenal Kebo sebagai seorang yang pemberani. Kebo dinilai memiliki pemikiran kreatif dan bisa melakukan apa saja tanpa menyusahkan orang lain.

"Sangat disayangkan pilihan hidup yang dipilih Kebo. Saya senang bisa mengenalnya dan salut akan keberanian serta kreativitasnya," ungkap Sandy. (p2//c2/ary)

Baca Juga
Berita Lainnya

Advertise