Rabu, 3 September 2014
     
Home Politika Abdi Bidik Demokrat

Abdi Bidik Demokrat

796
Kali Dibaca
E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita

BANDARLAMPUNG – Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati (cabup-cawabup) Pilkada Lampung Utara, Agung Ilmu Mangku Negara–Paryadi (Abdi), meski sudah diusung koalisi lima partai politik (parpol) terus berupaya mencari tambahan dukungan. Salah satunya, Abdi membidik dukungan dari Partai Demokrat.

’’Sebenarnya, kami sudah cukup diusung dengan koalisi lima parpol. Tapi, kami masih terbuka untuk dukungan parpol lain. Salah satunya dari Partai Demokrat yang sedang proses penjaringan. Semakin banyak parpol pendukung, semakin baik,” kata Agung kemarin.

Camat Tanjungsenang, Bandarlampung, ini menyatakan tak gentar meski disebut underestimate lantaran besarnya dukungan yang diperoleh balon incumbent Zainal Abidin yang berpasangan dengan Anshori Djausal. Bahkan, putra mantan Bupati Waykanan Tamanuri ini optimistis menang satu putaran.

’’Kami tetap optimistis bisa menang satu putaran. Soal ada yang mengatakan dukungan balon incumbent lebih besar, itu sama saja mendahului Tuhan. Karena yang tahu apa yang akan terjadi itu hanya Tuhan,” ungkap Agung.

Agung dengan tegas menyatakan, Pilkada Lampura 2013 berbeda dengan Pilkada Lampung Barat pada September 2012. Di mana, calon incumbent bisa menang mudah dan telak.

’’Sangat berbeda. Di Lampura, kami punya dukungan yang besar dari parpol dan masyarakat. Yang lebih mendasar, Lampura butuh perubahan. Ini akan menjadi bom waktu besar yang akan meledak pada pilkada nanti. Kami yang akan memenangkan pilkada,” ujar Agung.

Keyakinan Agung ini, menurut dia, lantaran masyarakat Lampura menginginkan perubahan. ’’Masyarakat Lampura ingin perubahan. Utamanya sektor keamanan, ekonomi, dan aspek lainnya,” ucapnya.

Sekadar diketahui, pada Pilkada Lampura, koalisi parpol pendukung pasangan Abdi bernama KPP (Koalisi Pejuang Perubahan) total mencapai 11 kursi di DPRD dan telah memenuhi sesuai persyaratan KPU. Kelima parpol itu, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Hanura, serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). (gus/c7/c2/gus)


Advertise