Minggu, 20 April 2014
     
Home Politika Rela Tinggalkan Jabatan demi NU

Rela Tinggalkan Jabatan demi NU

435
Kali Dibaca
E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita

BANDARLAMPUNG – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PW NU) terpilih K.H. R. Soleh Bajuri mengaku rela meninggalkan jabatannya sebagai anggota DPRD Lampung. Hasil Konferensi Wilayah (Konferwil) NU di Ponpes Darussaadah, Lampung Tengah, 8–9 Desember 2012, menurutnya, juga telah melalui mekanisme yang benar.

’’Saya serius mundur dari anggota DPRD. Saya rela tinggalkan jabatan demi NU dan kemaslahatan umat,’’ urai Soleh saat dihubungi wartawan kemarin.

Ia juga meminta agar siapa saja untuk tidak mengganggu hasil konferwil yang sudah seusai anggaran dasar dan rumah tangga (AD/ART) serta tata tertib (tatib). Bahkan, surat pengunduran dirinya sudah dilayangkan ke DPW PKB Lampung dan saat ini dalam proses.

Sementara itu, terkait sikap PB NU yang akan membentuk tim karteker dengan tugas menjalankan roda organisasi PW NU Lampung selama enam bulan, Soleh mengatakan, disebabkan informasi sepihak dari segelintir orang atas dasar asumsi. Selain itu, ia menduga ada pihak yang tak menginginkan NU Lampung kondusif.

Soleh menyatakan, PB NU menerima informasi sepihak dan belum melakukan klarifikasi. Menurutnya, proses pengunduran diri dari anggota DPRD bukan seperti membalikkan telapak tangan.

Terpisah, Sekretaris DPW PKB Lampung Okta Rijaya mengatakan, berkas proses pergantian antar waktu (PAW) terhadap Soleh Baijuri hingga kini masih di partai. Jika berkas sudah selesai, penerbitan SK PAW oleh Mendagri tidak akan memakan waktu lama. Lalu pengganti Soleh adalah Hidir Ibrahim.

’’Masih dalam tahap pengkajian. Kalau sudah selesai, akan dinaikkan ke DPRD,’’ ujar Okta.

Diketahui, PB NU mengancam tak akan menandatangani SK Soleh Bajuri sebagai Ketua PW NU dan akan membentuk tim karteker. Rais Syuriyah PB NU K.H. Ahmad Ishomuddin meminta Soleh tak hanya sebatas mundur melalui surat di atas meterai. Tapi juga telah dinyatakan PAW melalui SK oleh lembaga yang berwenang.

’’Sk pw nu Lampung tidak akan ditandatangani sebelum yang bersangkutan benar-benar nyata mundur dari anggota DPRD Lampung. Rangkap jabatan tidak diperkenankan untuk menghindari NU terlalu jauh dibawa berpolitik,’’ beber Ahmad dalam konferensi pers di Bandarlampung.

Ia menjelaskan, jajaran Syuriyah dan Tanfidziah PB NU telah mengadakan rapat untuk memecahkan masalah-masalah terkait rangkap jabatan politik di seluruh Indonesia, Rabu (30/1). Rapat dipimpin oleh Rais Aam PB NU Sahal Mahfudz. Dalam rapat itu terungkap salah satu daerah yang masih rangkap jabatan ketua PW NU Lampung terpilih.

PB NU juga akan kembali menyelenggarakan konferwil apabila sampai batas waktu enam bulan tidak benar-benar terbukti mundur dari jabatan anggota dprd Lampung. ’’Dalam rapat itu, saya disebut sebagai karteker. Tapi, saya nggak mau karena nanti timbul anggapan bahwa saya ingin (jabatan ketua PWNU Lampung),’’ bilang dia.

Ia juga meminta Soleh untuk tidak menyosialisasikan dirinya sebagai Ketua PW NU Lampung dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. ’’Saya dengar dia sudah keliling Lampung dan mengaku sebagai Ketua PW NU. Kabar terakhir, dia bersosialisasi di Lampung Utara dan menyatakan diri sebagai ketua,’’ ungkapnya. (dna/p5/c3/gus)

 


Advertise