Hari Ini!  Jum'at, 18 Mei 2012
Home Politika Tinggalkan PAN, Bidik PD

Tinggalkan PAN, Bidik PD

E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita
PESISIR TENGAH – Pembukaan pendaftaran penjaringan bakal calon kepala daerah oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat (PD) Lampung Barat melalui Tim 9 hari ini (22/2) disambut baik beberapa nama yang kemungkinan besar akan maju pada Pilkada 27 September 2012.

Salah satu nama yang pasti akan mendaftarkan diri melalui PD adalah Juwilir Syam. Secara lugas, Juwilir mengaku akan menjadi orang pertama yang mengambil formulir sebagai bakal calon bupati. Bahkan, Juwilir mengaku siap tidak akan melanjutkan proses pendaftarannya pada Partai Amanat Nasional (PAN).

’’Besok, saya akan mendaftar di PD bersama dengan tim saya. Saya tegaskan kepada teman-teman bahwa saya tidak akan mengembalikan formulir di PAN," ungkapnya pada konferensi pers kemarin.

Juwilir melanjutkan, keputusannya mendaftar di PD karena dirinya merupakan seorang kader partai besutan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). ’’Sebagai kader, saya akan kembali ke rumah saya. Saya merasa terpanggil untuk membesarkan partai yang selama ini telah membesarkan saya," lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Juwilir juga menepis isu miring yang menyebut dirinya hanya sebagai boneka Mukhlis Basri. ’’Sehubungan dengan isu-isu yang berkembang, saya menyatakan dengan tegas isu tentang saya sebagai boneka Mukhlis Basri adalah tidak benar," tegasnya.

Juwilir mengatakan, niatnya untuk maju sebagai bupati datang dari dalam hati karena melihat dan memperhatikan buruknya kondisi ekonomi masyarakat Lambar. Termasuk pula adanya kecenderungan pembangunan yang tidak merata. ’’Adanya tirani kezaliman mengingkari amanah rakyat Lambar dan ini yang akan kita ubah bersama. Saya memiliki integritas diri dengan tekad membenahi Lambar menjadi lebih baik melalui pemerataan pembangunan untuk menyentuh sekecil apa pun akar kesejahteraan rakyat," tuturnya.

Juwilir menegaskan, dirinya tidak akan pernah melakukan kompromi dengan unsur pimpinan yang tidak mementingkan amanat rakyat. ’’Saya tegaskan tidak ada kompromi dengan unsur pemimpin yang mementingkan diri sendiri. Dengan kata lain, sikap saya jelas tidak akan pernah bersatu dengan pemimpin yang zalim," ungkapnya. (gyp/c2/fik)

Beri Komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim.
Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
HATI-HATI TERHADAP SEGALA BENTUK PENIPUAN YANG MENCANTUMKAN NOMOR TELEPON DAN ALAMAT EMAIL/WEB ATAU SOCIAL NETWORK LAINNYA YANG ADA DALAM ISI KOMENTAR!..


Security code
Refresh


Advertise