Rabu, 3 September 2014
     
Home Nasional Awas, Susu New Zealand Terkontaminasi

Awas, Susu New Zealand Terkontaminasi

685
Kali Dibaca
E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita

Jakarta – Produsen susu asal New Zealand, Fonterra, secara resmi mengumumkan bahwa salah satu produknya terkontaminasi oleh bakteri clostridum. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI pun bergerak cepat dengan menapis (menyaring, Red) seluruh produk berbahan dasar whey protein concentrate dan turunannya.

    Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Badan POM RI Roy Sparringa menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan beberapa langkah guna menindaklanjuti pernyataan resmi dari Fonterra. BPOM telah meminta produsen olahan susu sapi nomor empat di dunia itu untuk melaporkan perkembangan terbaru mengenai isu tersebut.

    ’’Kami minta agar diberikan laporan tentang ingredient (bahan, Red) tersebut diekspor ke mana, siapa saja customer-nya, kemudian untuk produk apa saja, termasuk ke mana saja produk tersebut diedarkan,’’ ujarnya kemarin (5/7).

    Lanjut Roy, pihaknya juga akan meminta International Food Safety Network (Infosan) dan otoritas keamanan pangan di New Zealand untuk menyampaikan perkembangan dan pengawasan tindak lanjutnya. Begitu pun untuk negara-negara pengguna bahan baku tercemar tersebut.

    ’’Yang paling penting, kami akan melakukan penapisan melalui SKI (surat keterangan impor) untuk mencegah kemungkinan masuknya WPC80 dan produk turunannya yang tercemar agar tidak memasuki pasar dalam negeri,’’ jelasnya.

    Pihak Fonterra belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait spesies dari bakteri clostridum. Namun, dugaan terkuat masih tertuju pada jenis clostridium botulinum. Spesies ini diketahui memproduksi botulin, senyawa kimia bersifat neurotoksin yang menyebabkan terjadinya botulisme.

    Botulisme adalah salah satu penyakit keracunan makanan yang mengakibatkan gangguan pada otot (paralysis), sistem pernapasan, dan pencernaan. Penderitanya bisa berujung pada kematian apabila tidak segera mendapat penanganan.

    Roy menegaskan, hingga kini pihaknya belum menerima informasi mengenai hal itu. Hal ini mengindikasikan bahwa produk susu/bahan baku industri susu yang tercemar di New Zealand sejauh ini tidak diekspor ke Indonesia.

    ’’Oleh karena itu, kami harapkan masyarakat tetap tenang. BPOM tetap memantau dan mengawasi isu ini,’’ ungkapnya.

    Menurut pemaparannya, pihak Fonterra secara resmi mengumumkan bahwa memang ada tiga batch yang tercemar pada salah satu pabriknya untuk produk WPC 80 (whey protein concentrate). Bahan tersebut biasanya digunakan sebagai bahan baku industri minuman, makanan, dan pakan ternak. Tujuh negara yang telah dikonfirmasi sebagai negara tujuan pendistribusian produk tercemar Fonterra yaitu Tiongkok, Australia, Thailand, Malaysia, Vietnam, Saudi Arabika, dan Selandia Baru.

    Belum ada korban yang dilaporkan secara resmi. Pabrik-pabrik di negara importer juga telah melakukan recall (penarikan) produk jadinya sebagai langkah kehati-hatian. (jpnn/p4/c3/ary)