Hari Ini!  Jum'at, 18 Mei 2012
Home Nasional Waspada Serangan Flu Singapura

Waspada Serangan Flu Singapura

E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita
JAKARTA – Setelah ramai kabar merebaknya flu Burung dan flu Babi, kini giliran flu singapura yang mengancam. Penyakit yang aslinya disebut hand foot mouth disease (HFMD) atau penyakit tangan kaki mulut (PTKM) itu sedang menjadi perhatian Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

    Meski tidak menimbulkan korban tewas, penyakit ini sudah meresahkan masyarakat. Kemenkes mengimbau masyarakat menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

     Kemenkes mencatat, memasuki 2012 hingga pertengahan Februari sudah ada 34 kasus flu singapura di Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Provinsi Banten. Penyakit ini telah menjangkiti warga di empat kelurahan. Yakni, Kelurahan Serua, Pondokpetir, Curug, dan Bojong Saribaru. ’’Kami tegaskan tidak ada korban jiwa. Tetapi sudah ada 34 suspect PTKM,’’ ujar Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2-PL) Kemenkes Tjandra Yoga Aditama.

     Tjandra mengingatkan masyarakat supaya tidak salah kaprah menyebut penyakit ini dengan istilah flu singapura. Dia menjelaskan, kasus PTKM ini mengancam anak-anak pada umur 4–72 bulan (18 tahun). Sampai saat ini, rekaman Kemenkes menyebutkan kasus terbanyak didominasi anak-anak berumur 18 bulan.

     Untuk menekan penyebaran penyakit ini, Kemenkes merekomendasikan supaya puskemas melakukan pemantauan intensif terhadap suspect PTKM selama 2 kali masa inkubasi terpanjang atau sekitar 12 hari. Selain itu, Kemenkes juga meminta masyarakat untuk terus menggiatkan gerakan PHBS. Dengan menjaga pola hidup ini, Tjandra mengatakan, bisa menekan laju penularan penyakit ini.

     PTKM ini sering ditandai dengan demam, rash (iritasi), dan bisul (blister) di bagian telapak kaki, tangan, dan mukosa mulut. Tanda-tanda PTKM selanjutnya adalah penderita tidak nafsu makan, malaise, dan nyeri tenggorokan. Satu sampai dua hari setelah demam, biasanya muncul keluhan nyeri di bagian mulut.

     Menurut Tjandra, biasanya penyakit ini tidak berat. Pengobatan hanya bersifat suportif dan bisa sembuh antara tujuh sampai sepuluh hari. Penyebab penyakit ini adalah enterovirus umum. Termasuk di antaranya coxsackievirus A16, EV 71, dan echovirus. Khusus untuk PTKM yang disebabkan coxsackievirus A16 berpotensi memicu meningitis. Sejauh ini, belum ada anjuran travel banned atau travel warning terkait munculnya kasus PTKM di sekitar Jakarta ini. (jpnn/c3/ary)

Beri Komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim.
Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
HATI-HATI TERHADAP SEGALA BENTUK PENIPUAN YANG MENCANTUMKAN NOMOR TELEPON DAN ALAMAT EMAIL/WEB ATAU SOCIAL NETWORK LAINNYA YANG ADA DALAM ISI KOMENTAR!..


Security code
Refresh