Hari Ini!  Jum'at, 18 Mei 2012
Home Nasional Kanker Kian Menjadi Momok

Kanker Kian Menjadi Momok

E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita
SURABAYA - Kanker semakin menjadi momok yang menakutkan. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, penyakit itu menjadi ’’pembunuh’’ nomor dua di Indonesia. Agar kanker tidak semakin berkembang, dibutuhkan kepedulian berbagai pihak.

Setidaknya itulah yang disampaikan Ketua Yayasan Kanker Indonesia Cabang Jawa Timur Nina Soekarwo saat membuka acara malam syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-20 Perawatan Paliatif di Surabaya kemarin.

 ’’Bagi penderita kanker, selain pengobatan rutin, perhatian dan kasih sayang dari lingkungan sekitar merupakan salah satu obat mujarab,’’ urainya.

Menurutnya sudah saatnya masyarakat Indonesia lebih aware terhadap ancaman kanker. Salah satunya menjaga pola hidup sehat. ’’Yang tidak kalah penting adalah selalu mengecek kesehatan secara berkala,’’ tegasnya.    

    Perayaan hari ulang tahun itu yang dipusatkan di ballroom lantai 2 Empire Palace, Surabaya, itu berlangsung cukup meriah. Ketua Umum Yayasan Paliatif Surabaya Lizza Christina Hendriadi mengatakan, keberadaan perawatan paliatif sangat penting di tengah masyarakat. ’’Sebab, ternyata mayoritas penderita kanker itu berasal dari masyarakat tidak mampu. Mereka sering membiarkan penyakitnya hanya karena tidak punya biaya atau perhatian. Semaksimal mungkin kami hadir di sini untuk mengisi peran itu,’’ ungkapnya.

    Surabaya sejauh ini berperan cukup signifikan dalam perkembangan paliatif di Indonesia. Setelah menjadi kota cikal bakal lahirnya perawatan paliatif, Surabaya didaulat menjadi kota paliatif dan kota bebas nyeri kanker.

Selain perayaan ulang tahun ke-20, acara bertema Palliative Care Holistic, Complementary and Creative Approach itu diisi beragam kegiatan. Di antaranya pertemuan ilmiah tahunan kelima masyarakat paliatif di Indonesia. Seminar itu menghadirkan beberapa narasumber yang berkompeten di bidang kanker. Juga ada peluncuran buku tentang paliatif yang ditulis tim Yayasan Paliatif Surabaya.

    ’’Semoga dengan adanya kegiatan ini, semakin banyak pihak yang mau peduli terhadap kampanye bahaya kanker,’’ ujar Lizza. (jpnn/c3/rim)

Beri Komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim.
Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
HATI-HATI TERHADAP SEGALA BENTUK PENIPUAN YANG MENCANTUMKAN NOMOR TELEPON DAN ALAMAT EMAIL/WEB ATAU SOCIAL NETWORK LAINNYA YANG ADA DALAM ISI KOMENTAR!..


Security code
Refresh