Selasa, 2 September 2014
     
Home Lampung Raya Tuba Barat - Mesuji Banjir di Mesuji Meluas

Banjir di Mesuji Meluas

671
Kali Dibaca
E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita

MESUJI – Banjir tidak hanya melanda Jakarta dan beberapa kota besar lain di Indonesia, termasuk Bandarlampung. Tapi juga di ujung utara Provinsi Lampung, banjir merendam ratusan rumah dan lahan pertanian. Banjir pun meluas hingga setidaknya 4 kecamatan di Mesuji. Yakni, Kecamatan Wayserdang, Simpangpematang, Mesuji Timur, dan Rawajitu Utara.

Yang terbaru terjadi di tiga dusun dalam wilayah Desa Talangbatu, Kecamatan Mesuji Timur. Sejak beberapa hari terakhir, sekitar 2.475 warga dari 617 kepala keluarga (KK) di Dusun Tebing, Talanggunung, dan Setajim, Desa Talangbatu, terpaksa melakukan aktivitas kesehariannya di tengah genangan air.

Ketinggian air di ketiga dusun tersebut mencapai dada orang dewasa atau sekitar 130cm. Bahkan ada 77 rumah warga yang nyaris tenggelam karena ketinggian airnya mencapai 200cm.

Saridin (45), Kadus Tebing, menuturkan, banjir yang terjadi akibat meluapnya Sungai Buaya. ’’Banjir ini terjadi sejak Jumat (25/1) dan hari ini semakin tinggi karena hujan semakin sering turun. Bukan hanya rumah kami yang terendam, tapi juga 500 hektare sawah dipastikan gagal panen,’’ ujarnya kemarin (29/1).

Salah seorang warga lainnya, Muslimin (46), mengatakan, banjir memang kerap terjadi di lokasi itu per tahunnya. Namun, pada 2013 jauh lebih besar. ’’Di wilayah ini setiap tahun memang sering terjadi banjir. Tapi biasanya cuma sebatas lutut kaki. Sedangkan tahun ini sangat luar biasa. Kalau anak kecil, pasti tenggelam. Memang sejauh ini belum ada korban jiwa. Namun, orang tua menjadi sangat khawatir,’’ keluh Muslimin.

Bupati Mesuji Khamamik menegaskan, telah memerintahkan beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk siaga dan turun langsung ke lokasi banjir. Tujuannya agar dapat dilakukan penanggulangan musibah yang terjadi secara cepat dan tepat. ’’Saya telah perintahkan satker terkait untuk siaga dan sesegera mungkin ambil tindakan. Sekarang mereka telah berada di lokasi banjir untuk melakukan penanggulangan secepatnya dan pendataan lahan pertanian yang dan hewan ternak yang mati akibat banjir,’’ beber bupati yang sering turun langsung ke masyarakat.

Khamamik mengatakan bahwa saat ini masyarakat yang terkena banjir mengalami kesulitan air bersih dan gatal-gatal. Selain itu dapat dipastikan perekonomian masyarakatnya menjadi terganggu.

Ditambahkan, sebelumnya banjir juga melanda beberapa desa di Kecamatan Simpangpematang dan Wayserdang. Saat itu, dia langsung menurunkan ekskavator guna pelebaran kali dan pembersihan saluran. Tindakan ini cukup efektif untuk wilayah tersebut.

Namun, banjir yang melanda Desa Talangbatu, Kecamatan Mesuji Timur, kondisinya lebih parah. Sebab, sungainya lebih lebar dan dalam serta berarus deras. Sehingga penangannya tidak sesederhana sebelumnya.

Karena itu, menurut Khamamik, yang bisa dilakukan adalah mengevakuasi korban banjir serta bantuan makanan, air, dan obat-obatan. Selain itu, dilakukan pula identifikasi permasalahan dan formulasi penyelesaian masalahnya.

Senada dengan itu, Kepala Bagian Humas Pemkab Mesuji Irvira Bangsawan menerangkan, kini upaya penanggulangan banjir tengah dilakukan pemkab. Terutama berkenaan dengan kebutuhan masyarakat yang sifatnya mendesak.

’’Dalam penanganan musibah ini, Pak Bupati telah memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Bappeda, Dinas PU, Diskes, Dissos, Badan Lingkungan Hidup, dan Distan untuk turun langsung agar masyarakat yang terkena musibah cepat tertanggulangi. Baik ketika terjadi maupun pasca banjir,’’ jalas Irvira. (fei/c3/adi)

 

:: Rakyat Lampung | Trans Lampung | Radar Lamteng | Radar Metro | Radar Kotabumi ::
:: Radar Lamsel | Radar Tanggamus | Lampung News Paper | Radar Lambar | Radar Tuba ::
:: Senator Lampung ::