|
LABUHANRATU - Pusat Konservasi Gajah (PKG) Way Kambas telah memberi kontribusi nyata tentang perkembangan populasi gajah Sumatera (elephas maximus sumatransis) di Taman Nasional Way Kambas (TNWK).
Hal ini terbukti dengan kelahiran gajah-gajah Sumatera yang ada di PKG Way Kambas tersebut.
Contohnya pada 2 Februari 2012 lalu atau setelah kedatangan menteri kehutanan RI dalam rangka peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Gajah terbesar di Asia Tenggara, telah lahir seekor anak gajah dengan jenis kelamin jantan. Anak gajah tersebut lahir dari induk gajah yang ada di PKG Way Kambas yang bernama Suli berumur 21 tahun.
’’Kondisi bayi gajah tersebut sangat sehat, lahir dengan normal dan dengan berat badan 98 kilogram,” ujar Kepala Balai TNWK Ir. Awen Supranata melalui Humas TNWK Sukatmoko. Ditambahkan, dengan kelahiran ini, populasi gajah jinak di TNWK menjadi 66 ekor.
Bayi gajah tersebut telah diberi nama, yakni Sae Batin. Nama itu sendiri diberikan oleh Menhut Zulkifli Hasan. Diterangkan Sukatmoko, sejak berdirinya pada tahun 1985 sampai saat ini, sudah terdapat 28 ekor anak gajah yang lahir di PKG Way Kambas.
Kelahiran anak gajah pertama terjadi pada tahun 1988 dengan jenis kelamin jantan, yang kemudian diberi nama Haryono. Pada saat ini, anak gajah tersebut sudah menginjak usia dewasa dan juga masih berada di PKG Way Kambas. (rnn/wid/c1/adi)



KANTOR PUSAT: GRAHA PENA LAMPUNG, Jl. Sultan Agung No. 18 Kedaton, Bandarlampung - 35115 - Indonesia | Telp. (0721) 789750 - 782306, Fax. (0721) 789752 - 773930