Selasa, 2 September 2014
     
Home Lampung Raya Lamteng - Metro Pedagang BBM Eceran Ditertibkan

Pedagang BBM Eceran Ditertibkan

1108
Kali Dibaca
E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita
METRO - Pemkot Metro merespons keluhan masyarakat terhadap sejumlah pedagang yang menjadikan trotoar sebagai tempat berjualan, khususnya bahan bakar minyak (BBM) eceran. Apalagi, para pedagang menggelar dagangannya tak jauh dari SPBU yang menyebabkan masyarakat kesulitan untuk mendapatkan BBM di SPBU.

Respons pemkot itu ditunjukkan dengan operasi penertiban pedagang BBM eceran di sepanjang Jalan Alamsyah Ratu Prawiranegara oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Metro kemarin (20/3).

Kasatpol PP Metro M. Juri saat memimpin operasi tersebut menjelaskan, penertiban terhadap para pedagang eceran di sepanjang trotoar merupakan salah satu upaya dalam rangka penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2010 tentang Ketertiban Umum. ’’Trotoar diperuntukkan pejalan kaki, bukan untuk berdagang,” tegasnya.

Selain itu, keberadaan pedagang BBM eceran di Jalan Alamsyah Ratu Prawiranegara sangat berdekatan dengan SPBU 15 Kauman, Kecamatan Metro Pusat. Akibatnya, masyarakat sering kesulitan mendapatkan BBM di SPBU tersebut. Sementara, BBM di pedagang eceran yang ada di sepanjang trotoar justru melimpah.

’’Selain mengganggu ketertiban umum, keberadaan pedagang eceran di spanjang trotoar juga merugikan masyarakat yang ingin mendapatkan BBM di SPBU,” tukas Juri.

Dia meneruskan, sebelumnya Satpol PP pernah memberikan teguran kepada para pedagang BBM eceran. Baik melalui lisan maupun tertulis agar mereka tidak lagi berdagang di trotoar jalan. Namun, teguran tersebut tak diindahkan. Karenanya, Satpol kemarin langsung menggelar operasi penertiban. ’’Kalau mereka masih membandel, maka kami akan bertindak tegas. Misalnya dengan melakukan penyitaan BBM yang mereka jual di trotoar,” ucapnya.

Dilanjutkan Juri, operasi penertiban juga akan dilaksanakan di seputaran SPBU yang ada di Kota Metro. Menurutnya, di wilayah Metro terdapat lima SPBU yang telah beroperasi. Bila masing-masing SPBU setiap hari mendapat pasokan BBM paling sedikit 15 ribu liter, maka stok BBM untuk wilayah Metro dalam satu hari mencapai 75 ribu liter. Dengan kata lain, mencukupi untuk kebutuhan masyarakat setempat. Kenyataannya, dengan makin maraknya pedagang eceran, saat ini banyak keluhan dari masyarakat yang mengaku kesulitan mendapatkan BBM di SPBU.

Masih menurut Juri, kalau persoalan tersebut berlanjut, maka Pemkot Metro akan kembali berkoordinasi dengan polresta dan pengelola SPBU untuk merumuskan kesepakatan bersama tentang pembatasan pembelian BBM. ’’Mestinya, SPBU tidak melayani pembelian BBM menggunakan jeriken. Agar masyarakat tidak kesulitan lagi mendapatkan BBM di SPBU,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sejak beberapa pekan terakhir, masyarakat Metro kesulitan mendapatkan BBM di SPBU. Sementara di pedagang eceran, harga BBM jenis bensin mencapai Rp6 ribu hingga Rp7 ribu/liter. (wid/c1/adi)
:: Rakyat Lampung | Trans Lampung | Radar Lamteng | Radar Metro | Radar Kotabumi ::
:: Radar Lamsel | Radar Tanggamus | Lampung News Paper | Radar Lambar | Radar Tuba ::
:: Senator Lampung ::