Rabu, 3 September 2014
     
Home Lampung Raya Lamteng - Metro BPTP Dorong Diseminasi Pangan

BPTP Dorong Diseminasi Pangan

837
Kali Dibaca
E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita
METRO – Diseminasi penyediaan pangan keluarga yang berasal dari rumah tangga dengan memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal, dapat menghemat pengeluaran dan menambah pendapatan. Pada sisi lain, metode pemanfaatan lahan pekarangan dapat meningkatkan gizi keluarga. Ini disampaikan Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Lampung Dr. Ir. Joko Susilo Utomo dalam temu lapang model kawasan rumah pangan lestari (MKRPL) di Tejosari, Kota Metro, kemarin (10/1).

’’Hasil kajian di Kelurahan Tejosari dengan memanfaatkan lahan pekarangan dapat menghemat pengeluaran rumah tangga sebesar Rp6.000–Rp20.000 per hari. Ini satu langkah yang berdampak positif,’’ ujar Joko dalam temu wicara yang mengambil tema ’’Mari Tingkatkan Gizi Keluarga dengan Memanfaatkan Lahan Pekarangan sebagai Sumber Pangan’’.

Joko menerangkan, diversifikasi pangan salah satu upaya meningkatkan penghasilan dengan berbagai modifikasi dari hasil tanaman pekarangan. Seperti, nasi goreng pisang, getuk goreng, jeli dari buah pepaya, dan modifikasi lainnya. ’’Ciri khasnya ini bisa ditingkatkan dengan berbagai modifikasi,’’ papar dia.

Ditegaskan pula, konsep yang sudah berjalan perlu didorong dengan peningkatan diversifikasi yang memang masih banyak kendala di lapangan. ’’Begitu banyak kendala seperti kekurangan air. Sehingga pada musim kemarau, masyarakat kesulitan. Ke depan ini harus dipikirkan bersama guna mencari solusi,’’ imbuh Joko.

Beberapa alternatif adalah konservasi yang memanfaatkan kolam ikan dalam mendukung pola-pola yang sudah berjalan. ’’Tentu kami berharap SKPD terkait turut membangun dan mendukungnya,’’ tambah dia.

Beberapa hal yang sudah dilakukan oleh tim MKRPL BPTP Lampung seiring dengan kegiatan ini adalah pembinaan melalui pelatihan-pelatihan teknologi. Seperti, pembuatan kompos, penyiapan media tanam, budi daya tanaman sayuran, dan perbenihan. Baru-baru ini dilakukan pelatihan dalam usaha penganekaragaman pangan melalui diversifikasi produk olahan. Seperti, pembuatan abon dari lele dan keripik pisang aneka rasa. ’’Diharapkan ini dapat berkembang menjadi usaha-usaha kecil yang dilakukan secara berkelompok maupun perorangan,’’ terang Joko.

Hadir dalam kesempatan itu Wali Kota Lukman Hakim dan jajarannya. Pak Wali Kota mengatakan, langkah yang dilakukan BPTP di Kecamatan Tejoagung merupakan sesuatu yang tepat dalam memotivasi ketersediaan manusia dalam penguatan pangan. ’’Terima kasih atas dukungan dan kerja sama yang baik selama ini antara BPTP dengan kelompok-kelompok binaan yang ada di Tejosari. Harapannya, ini dapat ditindaklanjuti dengan bekerja sama pemerintah daerah khususnya PKK yang domainnya pada hal-hal seperti itu,’’ tutur Lukman.

Ketersediaan kebutuhan manusia akan pangan menjadi salah satu prioritas. ’’Saat ini produksi berjalan, pertumbuhan ekonomi tinggi, tapi pertumbuhan penduduk juga tidak terkendali. Beberapa kali dalam satu kesempatan meminta masyarakat untuk memanfaatkan sejengkal tanah,’’ paparnya. Dalam temu dialog dengan masyarakat, Lukman pun berjanji akan membantu pembuatan sumur bor. ’’Insya Allah saya bantu. Dan harapannya kepada BPTP termasuk 10 koordinator yang hadir dalam kesempatan ini, terus menjalin sinergisitas kerja sama dalam penguatan pola-pola yang ada,’’ pungkasnya. (ful/p7/c3/adi)

:: Rakyat Lampung | Trans Lampung | Radar Lamteng | Radar Metro | Radar Kotabumi ::
:: Radar Lamsel | Radar Tanggamus | Lampung News Paper | Radar Lambar | Radar Tuba ::
:: Senator Lampung ::