Jum'at, 25 Juli 2014
     
Home Lampung Raya Lamteng - Metro Flu Burung Rambah Lamteng

Flu Burung Rambah Lamteng

653
Kali Dibaca
E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita

GUNUNGSUGIH – Dinas Peternakan dan Perikanan Lampung Tengah (Lamteng) kini giat melakukan langkah pencegahan penyebaran terhadap wabah virus flu burung di beberapa kecamatan setempat. Hingga saat ini tak kurang 1.800 itik di Trimurjo mati akibat wabah yang disebabkan virus H5N1 itu.

Pencegahan wabah dilakukan dengan membagikan desinfektan secara gratis ke seluruh peternak di Lamteng. ’’Virus flu burung merupakan wabah yang cukup berbahaya dan harus segera diatasi. Sebab, dikhawatirkan akan menular ke manusia,’’ ujar Kabid Produksi Peternakan Supardi kemarin (8/1).

Lebih lanjut ia menjelaskan, namun yang terkena penyakit tersebut bukanlah itik lokal. Melainkan itik yang dibawa dari pulau Jawa. ’’Disaat mereka (peternak, Red) membawa unggas, tidak melaporkan terlebih dahulu ke kami. Padahal, seharusnya melapor dahulu jika mau memasukkannya dari luar daerah. Sebab, penyebaran virus tersebut bisa melalui benda,’’ papar Supardi.

Terkait hal itu, pihaknya mengimbau ke seluruh peternak supaya bersedia melaporkan bila akan memasukan hewan atau ternaknya. Selain itu, apabila masyarakat menemui ternaknya kedapatan mati secara tiba-tiba, segera melaporkannya. Hal itu untuk pencegahan dan antisipasi cepat untuk melakukan pengecekan agar penyebaran tak meluas.

Terpisah, penyebaran flu burung yang menyebabkan kematian ribuan itik di Lampung Timur dipengaruhi oleh lalu lintas ternak dari dan ke luar daerah. Kasus AI pada itik di Lamtim banyak terjadi pada perusahaan peternakan yang dipelihara menggunakan cara tradisional.

’’Penggembalaan itik yang berpindah-pindah mengakibatkan unggas ini lebih cepat terinfeksi virus AI jenis baru,’’ jelas Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Lamtim Lakmiwanti didampingi Kabid Keswan drg. Dewanto melalui drh. Hendri.

Dilanjutkan, terjadinya jual-beli ternak yang dilakukan pengusaha pun dapat membawa virus melalui kendaraan dan boks ternak saat berada di peternakan. Kondisi tersebut mengakibatkan penyebaran kepada ternak itik lain yang sehat. ’’Lalu lintas ternak menjadi media pembawa virus yang menularkan pada hewan yang lain,’’ lanjutnya.

Hingga kini Disnakkeswan sudah mencatat sebanyak 1.500 ekor itik mati terkena AI jenis baru yang tersebar di Kecamatan Jabung, Pasirsakti, dan Wayjepara. Jumlah tersebut yang dilaporkan dan dilakukan pemeriksaan. Berdasarkan hasil laboratorium penyebabnya positif diakibatkan virus AI. ’’Seluruh hewan ini telah dimusnahkan untuk mencegah penyebaran penyakit kepada hewan lainnya,;; sebut Hendri.

Ditambahkan, guna mengantisipasi penyebaran virus AI, Disnakkeswan telah berkoordinasi dengan peternak agar tidak mendatangkan itik baru dari luar Lamtim. Sebab, dikhawatirkan itik dari luar juga membawa virus dan akan menyebarkan pada itik lainnya. Selain itu, itik yang masih ada untuk diisolasi atau dikandangkan karena tempat itik yang pernah terkena AI sudah tidak sehat dan besar kemungkinan dapat menularkan penyakit. Selain itu, peternak juga dihimbau peternak untuk melakukan penyemprotan desinfektan pada kandang unggasnya. (rid/rnn/wid/c3/adi)

:: Rakyat Lampung | Trans Lampung | Radar Lamteng | Radar Metro | Radar Kotabumi ::
:: Radar Lamsel | Radar Tanggamus | Lampung News Paper | Radar Lambar | Radar Tuba ::
:: Senator Lampung ::