Selasa, 23 September 2014
     
Home Lampung Raya Lampura - Tuba Lepas CJH, Ponpes Walisongo Gelar Istigasah

Lepas CJH, Ponpes Walisongo Gelar Istigasah

987
Kali Dibaca
E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita
KOTABUMI – Pondok pesantren (Ponpes) Walisongo, Lampung Utara, memiliki cara tersendiri menyambut pemberangkatan calon jamaah haji (CJH) setempat tahun ini. Ponpes yang dipimpin K.H. Drs. M. Noer Qomaruddin ini menggelar tasyakuran pemberangkatan CJH, Senin (2/9) malam.

Kegiatan diisi dengan zikir akbar, istigasah, dan ditutup dengan doa bersama yang diimami K.H. Syekh Ahmad Muzzaki Syah dan Nyai Hajah Halimah. Kedua ulama ini sengaja didatangkan langsung dari Jember, Jawa Timur.

Kegiatan itu makin istimewa, karena dihadiri langsung Bupati Lampura Zainal Abidin, Sekkab Rifki Wirawan, Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh pemuda, serta ribuan warga.

Menariknya, acara dipandu dengan menggunakan dua bahasa oleh santri Ponpes Walisongo. Kegiatan juga diwarnai dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh qariah nasional Ustadzah Ilas Sulasmi.

Bupati dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan itu merupakan doa untuk keselamatan, keamanan, dan kesejahteraan CJH dari Provinsi Lampung umumnya dan Lampura khususnya selama menjalankan ibadah haji di tanah suci.

Zainal Abidin juga berpesan kepada para CJH untuk memperhatikan beberapa hal selama menunaikan ibadah Haji. Di antaranya harus bisa menjaga kesucian mulai dari hati, pikiran, hingga tingkah laku. Kemudian didukung dengan kesucian badan, pakaian, dan juga tempat selama di tanah suci. Selain itu, juga diminta untuk menjadi tamu yang baik dan santun dengan menjaga setiap tingkah laku dan perbuatan.

’’Para CJH juga harus saling mengingatkan agar tidak salah menggunakan hadis seputar Itsar atau mendahulukan kepentingan orang lain. Itsar tidak diperkenankan untuk pelaksanaan ibadah mahdhoh, kita harus mementingkan ibadah kita terlebih dahulu. Tetapi untuk beberapa kegiatan lain Itsar diperbolehkan,’’ jelas Zainal seraya meminta para CJH ikut mendoakan Lampura agar lebih maju, religius, dan bermartabat.

Sementara, M. Noer Qomaruddin dalam sambutannya menerangkan tentang kilas balik perjalanan ponpes yang ia pimpin. Hampir 20 tahun berkiprah membina santri dan berjaya sebagai pesantren yang besar dan dipercaya masyarakat karena berkah daripada zikir manaqib yang selalu istiqomah dilaksanakan di ponpesnya. ’’Sebagai bukti, kini sudah hadir di Ponpes Walisongo jenjang pendidikan SDIT (setingkat SD), MTs, MA, dan Akbid Annur Husada. Ponpes Walisongo ini besar karena zikir manaqib,’’ kata dia.

Hal tersebut dibenarkan Nyai Hajah Halimah pada saat mengisi tausyiah. ’’Bahwa jika kita sudah cinta kepada Allah, maka Allah juga akan mencintai kita. Oleh sebab itu, zikir manaqib selalu menjadi bermanfaat kalau selalu dibaca kaum muslim,’’ jelasnya.

Acara ditutup dengan doa bersama yang diimami Syekh Ahmad Muzzaki Syah. Kiai kharismatik dan penuh wibawa itu mampu menghipnotis ribuan jamaah dengan rangkaian zikir manaqib. Di sela zikirnya, sang kiai menyatakan bahwasanya kita harus yakin dan pasrah kepada Allah. (rnn/c3/fik)

:: Rakyat Lampung | Trans Lampung | Radar Lamteng | Radar Metro | Radar Kotabumi ::
:: Radar Lamsel | Radar Tanggamus | Lampung News Paper | Radar Lambar | Radar Tuba ::
:: Senator Lampung ::