Senin, 21 April 2014
     
Home Berita Utama Ssst…! Foto Bugil Mirip Sespri Kapolda Beredar

Ssst…! Foto Bugil Mirip Sespri Kapolda Beredar

34936
Kali Dibaca
E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita
Kehadiran polisi wanita (polwan) sebagai presenter televisi dan foto model jadi daya tarik tersendiri. Terbukti, mereka sangat camera face. Bahkan, kecantikan polwan kerap jadi ’’senjata” utama untuk meredam emosi para pengunjuk rasa. Di sisi lain, catatan negatif polwan juga makin panjang. Bak selebriti yang sering menyerempet ’’dunia hitam”, polwan pun memiliki catatan serupa.

Laporan Tim Radar Lampung, Bandarlampung

Catatan negatif polwan kali ini menggoyang Polda Lampung. Ya, foto bugil mirip Brigpol RS yang tak lain sekretaris pribadi (Sespri) Kapolda Lampung Brigjen Heru Winarko beredar.

    Foto tersebut sempat diunggah dalam akun Facebook polwan yang bersangkutan. Namun beberapa jam kemudian, foto itu dihapus dari akun tersebut.

    Terdapat tiga foto yang diunggah. Dalam foto-foto itu, tampak sosok mirip Brigpol RS tanpa menggunakan sehelai benang pun. Ia ’’asyik’’ menikmati   kemolekan tubuhnya dengan kameranya sendiri.

    Foto pertama yang diperoleh Radar Lampung, sosok mirip Brigpol RS berpose dengan memfoto dirinya sendiri di depan cermin menggunakan smartphone-nya ber-hard case putih.

    Perempuan berambut pendek ini tampak berada dalam sebuah ruangan seperti kamar tidur. Di belakang dirinya terlihat seragam polisi yang tergantung di pintu.

    Lalu, dua foto diambil sembari rebahan di tempat tidurnya yang dibalut seprai berwarna pink. Perempuan ini mengabadikan dirinya dari arah atas.

    Informasi yang beredar, foto tersebut di-upload ke akun Facebook RS oleh kekasihnya sendiri, yang kesal karena RS berselingkuh. Bahkan, tudingan perselingkuhan ini melibatkan salah satu pejabat di Polda Lampung.

    Informasi lain menyebutkan, perempuan yang mirip Brigpol RS itu disebut-sebut kerap menginap di rumah salah satu pejabat polda. Utamanya saat istri pejabat polda itu pergi ke luar kota.

    Peredaran foto ini sendiri telah dilaporkan ke Mabes Polri. Namun, belum diketahui sikap apa yang akan diambil Mabes Polri dan Polda Lampung.

    Sumber Radar Lampung di Propam Mabes Polri menuturkan, satu-satunya sanksi yang bisa dijatuhkan kepada perempaun yang mirip Brigpol RS itu adalah pemecatan.

    ’’Ini namanya gobl**k. Yang seperti ini pasti dipecat jika terbukti. Memalukan saja! Yang jelas, sampai detik ini kami memang belum menerima laporan resminya,” kata perwira tersebut kesal.

    Hingga pukul 21.36 WIB tadi malam, Radar Lampung belum berhasil mewawancarai Brigpol RS. Saat dikonfirmasi via telepon selulernya di nomor 08217992****, meski aktif, tidak dijawab.

    Begitu juga saat dikirimi pesan singkat, ia tak membalasnya. Radar terus menghubungi nomor tersebut hingga pukul 22.58, namun si pemilik nomor tetap tak merespons. (p5/c1/ary)

Kapolda: Astagfirullahaladzim!

Beredarnya foto bugil mirip Brigpol RS membuat Kapolda Lampung Brigjen Heru Winarko terkejut. Ia mengaku tak mengetahui foto anggotanya tersebar di jejaring sosial Facebook.

’’Astagfirullahaladzim! Saya sedang berada di Jakarta. Saya tidak tahu tentang foto itu,” ujar Heru kepada Radar Lampung via sambungan telepon tadi malam.

Saat disinggung adanya pejabat polda yang menjalin asmara dengan perempuan mirip Brigpol RS ini, Heru juga mengaku tidak tahu. Namun, dia mengaku tidak memercayai kabar miring tersebut. ’’Itu kabar fitnah. Berita itu isu yang dibuat wartawan Radar Lampung,” tegasnya.

Terpisah, Koordinator Polwan Polda Lampung AKBP Ratna saat dikonfirmasi tentang foto tersebut pun belum mengetahui. ’’Saya tidak tahu tentang beredarnya foto itu karena saat ini sedang berada di Jakarta,” ujarnya via sambungan telepon.

Karena itu, sambung Ratna, pihaknya belum bisa memastikan sanksi apa yang akan diberikan. ’’Anggota tersebut memiliki atasan dan kita akan mengikuti prosedur. Kalau benar anggota itu melakukan kesalahan dan mencoreng nama baik institusi, tentunya ada sanksi,” tutupnya. (tim/p5/c1/ary)

Tindak dan Perketat Rekrutmen

Beredarnya foto bugil perempuan mirip Brigpol RS dipandang sebagai bentuk kurangnya pembinaan Polri kepada anggotanya. Koordinator Indonesian Police Watch (IPW) Neta S. Pane mengatakan hal ini sebagai tugas baru Kapolri Jenderal Sutarman.

    Neta melanjutkan, jika benar perempuan berambut pendek khas polwan yang ada di foto itu adalah anggota Polri, instansi baju cokelat ini harus segera mengambil tindakan tegas dengan memecat yang bersangkutan dari kesatuan.

    ’’Undang-undang pornografi berlaku untuk Polri. Jika memang benar keasliannya, harus disanksi tegas dengan pemecatan dan dilanjutkan hingga persidangan. Hal ini untuk memberikan efek jera kepada anggota lain agar tidak melakukan hal tersebut,” ucapnya via telepon tadi malam.

    Saat ini, lanjut Neta, lembaganya memang belum memiliki data terkait jumlah polwan yang terlibat kasus asusila dan pornografi. Meski begitu, apa yang terjadi di Lampung harusnya bisa dicermati seluruh pihak.

    Menurut Neta, setelah menjadi anggota Polri, yang dibawa bukan lagi diri pribadi, melainkan sebuah instansi yang bertugas mengayomi dan melindungi masyarakat. Kasus-kasus seperti itu jelas memalukan korps Bhayangkara. Meski dilakukan atas nama pribadi.

    ’’Kalau diunggah ke media sosial, jelas merusak citra Polri. Karena ada orang lain yang mengetahui hal tersebut. Sikap dan perilaku polisi itu diharapkan menjadi contoh di masyarakat,” tegasnya.

    Ke depannya, imbuh Neta, Jenderal Sutarman memiliki pekerjaan rumah (PR) untuk lebih memperketat penerimaan calon anggota Polri. Terlebih dalam hal psikologi dan budi pekerti. ’’Tes polwan harus lebih diperketat. Karena memfoto diri sendiri tanpa busana jelas bukan kondisi yang normal untuk seorang polwan,” tukasnya.

    Yang lebih ironis, di saat polwan gencar meminta agar diperbolehkan memakai jilbab untuk menutup aurat, justru rekan sesama polwanlah yang mencederai hal itu dengan melakukan perbuatan asusila ataupun pornografi. ’’Ini sangat ironis. Seharusnya secara pribadi, baik polisi ataupun polwan lebih dapat mengontrol diri. Karena polisi itu aparat penegak hukum, sebisa mungkin jangan sampai terlibat hukum,” tandasnya.

    Di sisi lain, terus Neta, cakupan peran wanita di institusi kepolisian dalam perkembangannya hampir menyamai profesi yang identik dilakoni pria. Mulai tugas yang ada pada lingkup kantor-kantor kepolisian sampai misi di lapangan, polwan pun tidak luput dilibatkan dalam berbagai tugas.

    Dilanjutkan, peran polwan penting untuk menjadi ujung tombak di kantor kepolisian mana pun pada sektor wilayah. Maraknya kasus kejahatan baik korban atau pelakunya wanita menjadikan keberadaan polwan perlu ditambah, khususnya di kantor polisi sektor wilayah (polsek) yang memiliki peran penting pengamanan suatu wilayah.

    ’’Untuk itu, ke depan Polri perlu melakukan penambahan jumlah polwan untuk ditempatkan di polsek-polsek. Sebab selama ini di polsek jarang sekali ada polwan. Padahal, polsek adalah ujung tombak kepolisian,” kata Neta.

    Mengapa demikian, lanjut Neta, apabila ada suatu kasus kejahatan, baik korban atau pelakunya wanita, kasus tersebut akhirnya harus dilimpahkan ke polres. Hal ini, menurut dia, terjadi karena kurangnya keberadaan polwan di polsek.

    ’’Akibat tidak adanya polwan di polsek, wanita-wanita yang menjadi tersangka kejahatan diproses di polres. Padahal di banyak daerah, jarak polres cukup jauh dari polsek,” ujarnya.

    Neta mengkritik Polri yang dinilai masih kurang memanfaatkan peran polwan. Strategi Polri dalam memanfaatkan keberadaan polwan, menurutnya, masih belum maksimal. ’’Padahal, ada beberapa polwan yang punya prestasi di reserse. Seperti Kompol Marta, mantan Kapolsek Johar Baru,” jelasnya. (gyp/red/p5/c1/ary)


Info Langganan