Senin, 1 September 2014
     
Home Berita Utama Irwasda Lampung Beri Sinyal Segera Dicopot

Irwasda Lampung Beri Sinyal Segera Dicopot

1531
Kali Dibaca
E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita
’’Maafkan Saya, Kelak Saya Bongkar Semuanya’’
BANDARLAMPUNG – Inspektur Pengawas Daerah (Irwasda) Polda Lampung Kombes Suyono tengah menanti sanksi dari penyidikan Propam Mabes Polri yang dinyatakan tuntas. Orang nomor tiga di Polda Lampung itu pun mengaku sudah mendapat sinyal Mabes Polri bakal mencopot jabatan sekaligus menariknya ke Mabes Polri.

Suyono mengaku pasrah, bahkan siap bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan. ’’Kalau saya dinyatakan bersalah oleh Mabes Polri, saya siap diberikan sanksi. Saya siap mengundurkan diri, dipenjara, bahkan di-PTDH-kan pun saya siap,’’ tegas Suyono saat meminta Radar Lampung menemuinya.

Ia mengatakan, demi menjaga nama baik institusi Polri, sanksi penjara pun siap diterimanya. ’’Ya, kalau harus dipecat, saya terima. Ini pun sudah saya berikan pengertian kepada anak dan istri. Bahkan, ini pun cara untuk menyelamatkan keluarga saya. Saya tidak mau institusi saya lebih jatuh akibat tindakan saya, kalau memang saya benar-benar melakukan hal-hal yang banyak dituduhkan ke saya saat ini, seperti berselingkuh dan menggunakan narkoba,’’ ucap mantan Kapolres Tulangbawang ini.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa apa yang kini terjadi secara tidak langsung telah menghancurkan karirnya di institusi Polri. Tak hanya itu. Telah membuat dirinya, anak, serta istrinya shock dan down.

’’Saya yakin, minggu ini saya pasti ditarik lagi ke Mabes Polri. Posisi saya sebagai Irwasda akan digantikan. Langkah ini pasti diambil oleh Mabes Polri karena tidak ingin nama Polri makin tercoreng. Saya dikatakan selingkuh dan narkoba, tapi kok masih bebas bertugas di sini,’’ paparnya.

    Penarikan dirinya, menurut mantan Wakapolresta Bandarlampung ini, merupakan salah satu cara untuk meredam gejolak yang ada. ’’Penarikan ini pasti, apakah saya bersalah atau tidak,’’ ujarnya.

    Suyono mengatakan, sebagai orang nomor tiga  di Polda Lampung, dirinya merupakan dapurnya polda.  ’’Semua baik-buruknya Polda Lampung ini, saya tahu. Saya ini kan inspekturnya, mengawasi seluruh gerak-gerik anggota di Polda Lampung. Terlebih, saya ini memiliki data-data polisi di jajaran Polda Lampung yang melakukan korupsi, pungli, KKN, dan sebagainya. Saya ini juga kan cukup tegas. Mungkin karena ini banyak yang tidak suka dengan saya dan ingin saya pergi dari sini,’’ urainya.

    Pria yang pernah bertugas di Itwasum Mabes Polri ini mengatakan bahwa dirinya dapat dikatakan masih junior.  ’’Banyak senior saya yang jabatannya masih di bawah saya. Mungkin, mereka ini yang menginginkan saya tidak di sini. Tapi, saya janji, ketika saya tidak di Polda Lampung lagi, saya akan beberkan siapa saja polisi di sini yang korupsi, pungli, dan KKN. Sebenarnya pimpinan sudah tahu, namun masih belum bertindak,’’ katanya.

    Lebih lanjut ia mengatakan, dirinya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Lampung apabila dirasa terdapat tindakannya yang salah. Ia juga kembali menegaskan bahwa dirinya tidak sama sekali menggunakan narkoba. ’’Kalau masalah dengan istri, itu karena salah paham, bukan karena selingkuh. Kalau masalah narkoba, saya ini tidak pernah menggunakannya,’’ tegas Suyono.

    Terpisah, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Ronny F. Sompie mengatakan, tim propam yang dipimpin Karoprovos Divropam Mabes Polri Brigjen Endang Sunjaya telah merampungkan pemeriksaan terhadap Irwasda Polda Lampung Kombes Suyono terkait dugaan perselingkuhan dan penyalahgunaan narkotika.

    Sekarang ini, kata dia, tim tengah menyusun laporan hasil pemeriksaan untuk kemudian disampaikan secara resmi kepada Kadivpropam Mabes Polri sebagai koordinator tim penyelidikan.

    ’’Hasil pemeriksaan terhadap Irwasda Polda Lampung oleh tim Divpropam Mabes Polri sudah selesai. Laporan hasil pemeriksaan itu harus diserahkan kepada Kadivpropam untuk dilakukan rapat penentuan tindak lanjut terhadap hasil pemeriksaan awal berupa audit investigasi,’’ kata Ronny kepada Radar Lampung kemarin.

    Namun, Ronny mengaku belum bisa membeberkan hasil pemeriksaan itu. Menurutnya, hasil rapat tim bersama Kadivpropam itu akan dilaporkan terlebih dahulu kepada Irwasum Komjen Imam Sujarwo sebagai koordinator pengawas internal Polri.

    ’’Keputusan tindak lanjut atas hasil pemeriksaan itu akan ditentukan berdasarkan hasil rapat. Setelah itu, barulah kita sampaikan kepada publik,’’ katanya.

    ’’Untuk kasus yang bisa dilakukan proses penyidikan oleh Polda Lampung, silakan tanyakan Kabidhumas Polda. Kasus itu bisa dilakukan penyidikan oleh Polda Lampung,’’ ujarnya.

    Diberitakan sebelumnya, pelan-pelan ’’bocoran’’ demi  ’’bocoran’’ seputar penyidikan mantan Wakapolresta Bandarlampung itu tetap menguap. Penyidik dengan pangkat di bawah Kombespol Suyono maupun anak buahnya segan, bahkan takut memberikan keterangan.

’’Kerok (serbasalah) saya kasih keterangan. Masalahnya itu (Kombespol Suyono) bos besar, saya takut salah, mohon izin,’’ ujar salah satu anggota di Polda Lampung, Sabtu (21/9).

Meski demikian, tidak sedikit yang  ’’berani’’ memberikan keterangan. Dengan syarat, bisa dimaklumi. ’’Tolong, jangan sebut nama saya,’’ kata sumber Radar Lampung lainnya.      

Perwira yang juga bertugas di Mabes Polri itu membenarkan bahwa pemeriksaan yang dilakukan kepada Kombespol Suyono mengacu pada dua laporan. Yakni dugaan perselingkuhan dan dugaan penyalahgunaan narkoba.

Dia menuturkan, narkotika jenis sabu-sabu (SS) yang digunakan oleh Kombespol Suyono didapatkan dari seorang tukang ojek yang memiliki profesi sampingan sebagai kurir.

Tukang ojek itu merupakan kurir yang biasa beroperasi di tempat-tempat hiburan. Namun, bukan Kombespol Suyono yang berhubungan langsung dengan si tukang ojek. Namun, melalui teman wanita yang tak lain wanita idaman lain (WIL) Kombespol Suyono. ’’Nah, si wanita ini yang menelepon si tukang ojek untuk dibawakan SS,’’ tuturnya.

Bahkan berdasarkan pengakuan si tukang ojek, transaksi ini bukan kali pertama dilakukan Kombespol Suyono. Di hadapan penyidik Propam Mabes Polri, ini sudah kali ketiga.  

’’Sekarang (kemarin) si tukang ojek terus diperiksa intensif oleh tim propam yang turun ke Lampung. Tim ini dipimpin langsung  Karoprovos Divpropam Mabes Polri Brigjen Endang Sunjaya,’’ kata sumber itu sambil mengingatkan kembali untuk tidak menyebut namanya.

Ia mengatakan, tukang ojek yang menjadi penyuplai narkoba untuk orang nomor tiga di Polda Lampung itu merupakan kurir jaringan khusus penyuplai narkoba di tempat hiburan. Kini Propam Mabes Polri menginstruksikan Polda Lampung untuk membongkar jaringan itu.

Sumber lain yang juga bertugas di Mabes Polri menambahkan, WIL Kombespol Suyono merupakan istri polisi yang bertugas di Polda Lampung dengan pangkat AKBP.

 ’’Bahkan, jalinan asmara keduanya telah terjalin sejak 2007. Ketika Kombespol Suyono masih menjabat sebagai Wakapolresta Bandarlampung. Bahkan ini telah menjadi rahasia umum di kalangan kepolisian. Nah, makanya perkara ini sangat tertutup karena menjaga perwira lain yang tak lain suami dari WIL Pak Irwasda,’’ ungkapnya. (eka/kyd/p2/c2/ary)


Info Langganan