Sabtu, 19 April 2014
     
Home Berita Utama Geger, Siswi Metropolis Bugil

Geger, Siswi Metropolis Bugil

22019
Kali Dibaca
E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita
BANDARLAMPUNG – TA (14) harus menanggung malu akibat foto bugilnya tersebar di dunia maya. Bahkan, siswi SMP negeri di Bandarlampung ini terpaksa berhenti sekolah. Masih belum diketahui mengapa foto dengan pose telanjang dada itu bisa tersebar. Dari info yang dihimpun Radar Lampung, skandal foto bugil ini berawal saat TA diduga diminta berpose iseng sambil bertelanjang dada oleh teman lelakinya, MA (16).

MA dikabarkan tinggal di Kelurahan Surabaya, Kedaton, Bandarlampung. Namun, pelacakan wartawan koran ini, warga di wilayah tersebut tidak mengenal MA.

Foto itu sendiri diduga telah tersebar di dunia maya sejak sepekan lalu. Tak ayal, TA pun jadi bahan gunjingan di sekolah dan jejaring sosial.

Ungkapan keprihatinan atas kasus TA ini bahkan terus mengemuka di jejaring sosial. Di laman Twitter, sudah ada yang menorehkan hashtag #PrayforSpansa.

Haryanto, kepala sekolah tempat TA menuntut ilmu, membenarkan bahwa remaja yang berpose bugil itu adalah anak didiknya. Ia menyatakan, TA duduk di bangku kelas VIII. Namun, lanjut dia, TA sudah lama tidak masuk sekolah lantaran malu.

’’Keluarganya sudah kami panggil karena perbuatan itu dan memutuskan tidak ingin melanjutkan sekolah. Dan sepertinya, dia (TA, Red) tidak mungkin lagi bersekolah di sini,” ujarnya saat dihubungi kemarin.

Haryanto mengaku prihatin sekaligus kecewa dengan perbuatan anak didiknya. Sebagai kepala sekolah, dia mengaku selalu menggelar razia ponsel dan laptop. Hal ini untuk mengantisipasi adanya foto atau video porno di gadget muridnya.

’’Perbuatan itu kan terjadinya di luar sekolah. Kami sangat menyayangkannya. Siswa kan di sekolah hanya tujuh jam. Untuk itu tetap diperlukan pengawasan dari orang tua. Karena tidak semua kegiatan dilakukan mereka di sekolah,” ucapnya.

Menurut Haryanto, TA dikenal sebagai siswi yang berprestasi dan aktif mengikuti kegiatan kesiswaan di sekolah. Meski begitu, lanjut dia, pengaruh teknologi dan pergaulan bebas di luar sekolah tak menjamin anak yang pintar bisa lurus dalam pergaulannya.

Terpisah, Irwan Qolbi, salah satu kepala SMPN di Bandarlampung, juga membenarkan bahwa MA adalah muridnya yang baru lulus. Namun, Irwan tidak mengetahui kalau anak didiknya diduga ikut terlibat foto syur TA. ’’MA memang anak kami. Tetapi kalau masalah itu, saya malahan baru dengar Mas,” singkatnya saat dihubungi kemarin. (gyp/yud/wdi/p2/c1/ary)


Info Langganan