Rabu, 24 September 2014
     
Home Berita Utama Akhirnya, KPU Lampung Diganti

Akhirnya, KPU Lampung Diganti

2144
Kali Dibaca
E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita
Komisioner Lama Siap Mencalon Lagi
JAKARTA – Perseteruan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung dan Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. dipastikan segera berakhir. Pasalnya, KPU Pusat memastikan membentuk tim seleksi (timsel) KPU untuk mengganti lima komisioner pada bulan ini.

Dengan catatan, KPU Pusat konsisten dengan keputusan yang dibuatnya sendiri. Diketahui, masa jabatan anggota KPU Lampung akan berakhir pada 3 September 2013. Sesuai pasal 17 ayat 6 Undang-Undang (UU) No. 15/2011 tentang Penyelenggara Pemilu, KPU sudah harus membentuk timsel paling lama 15 hari kerja terhitung sejak lima bulan sebelum berakhirnya masa jabatan keanggotaan KPU provinsi.

’’Ya, bulan ini juga timsel sudah terbentuk. Hal itu sesuai dengan Keputusan KPU No. 10/Kpts/KPU/Tahun 2013 tentang Jadwal Pelaksanaan Seleksi Calon Anggota KPU Provinsi Se-Indonesia Tahun 2013 dan Peraturan KPU No. 2/2013,’’ kata anggota KPU Pusat Ferry Kurnia Rizkiyansyah kepada Radar Lampung kemarin.

Ferry mengatakan, pembentukan timsel KPU Lampung masuk dalam gelombang II bersama dengan beberapa provinsi lainnya. Sayangnya, Ferry belum dapat memastikan tanggalnya. ’’Paling lambat akhir April,’’ kata Ferry.

Ia menjelaskan, timsel gelombang kedua yang akan dibentuk, di antaranya KPU Provinsi Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Jogjakarta, Bali, NTT, dan Maluku.

’’Sisanya akan dibentuk pada gelombang ketiga. Awalnya memang akan ada enam gelombang timsel. Tapi, karena di gelombang empat, lima, dan enam masing-masing hanya satu provinsi, jadi digabungkan ke gelombang tiga,’’ ujarnya.

Terpisah, empat dari lima komisioner KPU Lampung menanggapi pembentukan timsel. Mayoritas mereka masih akan melihat situasi dan kondisi untuk kembali mencalonkan diri sebagai komisioner KPU Lampung periode selanjutnya. Edwin Hanibal, misalnya. Ia masih belum memastikan untuk kembali mengikuti rekrutmen itu.

’’Kalau mereka (timsel) orang-orang netral atau independen, mungkin saya mencoba ikut lagi. Tapi, kalau timselnya bukan orang-orang yang netral, saya hanya sampai menyelesaikan Pilgub 2013 atau sampai habis masa jabatan,’’ kata Edwin kepada Radar Lampung kemarin.

Edwin menyatakan, ada kemungkinan timsel tidak netral. ’’Siapa tahu ada misi orang-orang tertentu melalui timsel yang dipilih oleh KPU Pusat, mereka minta agar komisioner-komisioner lama dihabisi. Kan mereka punya segalanya, punya tahta dan harta. Apa yang nggak bisa dipengaruhi?’’ kata Edwin yang enggan mengungkapkan siapa yang bisa memengaruhi timsel.

Tapi, ia berharap timsel yang dipilih KPU Pusat nanti adalah orang-orang yang netral, independen, serta mempunyai integritas dan kapasitas. Sehingga siapa pun komisioner yang terpilih nanti mempunyai pengalaman tentang pemilihan umum, menjaga independensi, serta mempunyai kapasitas dan integritas.

Sementara komisioner lainnya, Handi Mulyaningsih, mengatakan, belum mengetahui rencana KPU Pusat membentuk timsel. ’’Aku belum mikir hal itu lho. Lagi fokus pendaftaran calon legislatif,’’ kata perempuan yang tercatat sebagai dosen di Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Lampung ini.

Ketika ditanya niatnya untuk kembali mendaftar sebagai komisioner, Handi juga menanggapinya dengan bercanda. ’’He...he...he... Kok saya merasa bagaimana gitu. Tak boleh ada partisipasi yang dimobilisasi, apalagi diancam. Sorry bercanda,’’ tulis Handi melalui layanan BlackBerry Messenger.

Ia melanjutkan, meskipun kembali mendaftar, Handi juga tak lantas percaya diri jika akan kembali terpilih. Ditegaskan, semua pendaftar memiliki peluang sama, baik yang incumbent seperti dirinya maupun yang non-incumbent.

’’Itu para incumbent waktu di Lampung Selatan, Bandarlampung, dan Lampung Tengah pada KO (knock out atau kalah). Juga di provinsi dan kabupaten di luar Lampung. Sebetulnya, saya ingin KPU Lampung mendatang diisi yang muda, yang idealis,’’ ujarnya.

Sementara Firman Seponada mengatakan, kemungkinan timsel dibentuk bulan depan. ’’Belum pasti apakah saya akan ikut lagi atau tidak. Masih perlu melihat perkembangan. Dilihat dahulu. Kalau pesaingnya berat sehingga peluang nggak lolosnya tinggi, lebih baik nggak usah mendaftar,’’ kata pria yang memiliki latar belakang wartawan dan aktivis ini.

Terkait jabatannya sebagai komisioner sekarang ini, Firman mengaku percaya diri. ’’Pede (percaya diri) sih pede, tapi kan incumbent belum tentu lulus tes. Saya juga masih perlu melihat apakah kawan-kawan wartawan, Walhi (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) dan teman-teman gerakan masih mendorong saya ada di KPU,’’ ungkapnya.

Dijelaskan, peluangnya untuk kembali ikut rekrutmen KPU Lampung adalah fifty-fifty. ’’Kalau kawan-kawan wartawan banyak yang nggak setuju saya ikut tes KPU, mungkin saya nggak ikut. Paling nggak pendapat di antara wartawan yang selama ini dekat sama saya,’’ kata Firman.

Terpisah, Komisioner KPU Lampung Sholihin mengatakan, kini lebih fokus untuk menyelesaikan sisa masa tugas dengan baik. ’’Niat ada. Tapi, fokus terhadap tugas yang ada, itu lebih utama. Belum waktunya tarhim (salawat yang dikumandangkan sebelum subuh), kok sudah suruh azan?’’ ungkap Sholihin ketika ditanya kepastian mengikuti rekrutmen. (kyd/dna/ary)

Info Langganan