Rabu, 3 September 2014
     
Home Berita Utama Bupati Lamtim Terancam Bui

Bupati Lamtim Terancam Bui

1021
Kali Dibaca
E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita
SUKADANA – Keseriusan Korps Bhayangkara mengusut kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang melibatkan Bupati Erwin Arifin tengah diuji. Polisi menjerat orang nomor satu di Lampung Timur ini dengan Pasal 310 Ayat 2 UU No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Pasal 310 ayat 2 menyebutkan setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan korban luka ringan dan kerusakan kendaraan dan/atau barang dipidana dengan pidana penjara paling lama satu tahun dan/atau denda paling banyak Rp2.000.000.

’’Kami tidak akan membeda-bedakan pejabat dengan masyarakat dalam proses hukumnya. Semua sama di mata hukum,’’ ujar Kasi Lakalantas Polda Lampung AKP Ruhyat saat ditanya proses hukum terhadap Erwin Arifin.

Menurutnya, Tim Ditlantas Polda Lampung saat ini baru melakukan pengecekan terhadap kendaraan dinas (randis) bupati Lamtim. Nantinya, korban dan pengemudi akan dilakukan pemeriksaan. ’’Tak menutup kemungkinan Erwin Arifin diperiksa untuk pengusutan tuntas dalam penyidikan,’’ ungkap Ruhyat.

Senada, Kanitlakalantas Polres Lamtim Ipda Purnama Thamrin menerangkan, pihaknya sudah memeriksa pengemudi mobil patroli pol. PP Lamtim Andri Mirza dan navigasinya, H. Basri. Keduanya dipanggil sebagai saksi.

Purnama melanjutkan, dalam Pasal 14 Ayat 1 Huruf a UU No. 2/2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia disebutkan, dalam melaksanakan tugas pokoknya, Polri bertugas melaksanakan pengaturan penjagaan, pengawalan, dan patroli terhadap kegiatan masyarakat dan pemerintah sesuai kebutuhan.

Karena menyangkut pengamanan, pihak yang paling berwenang adalah Polri. Sebab, pengamanan adalah bagian dari tugas pokok polri. ’’Tapi, dalam kasus ini pengawalan dilakukan Satpol PP,’’ jelasnya seraya membenarkan, Bupati Erwin Arifin dijerat pasal 310 ayat 2 UU No. 22/2009.

Terpisah, lakalantas yang dialami Erwin Arifin menuai banyak tanggapan dari sejumlah kalangan. Salah satunya Sudibyo, ketua Komisi D DPRD Lamtim.

’’Karena kecelakaan terjadi karena kondisi jalan yang terbilang rusak parah, kami akan mengajukan usulan perbaikan jalan ke Dinas Bina Marga Lampung,’’ ujarnya.

Sementara kondisi terakhir kesehatan dari Erwin Arifin yang dirawat di ruang Pangeran Diponegoro No. 8, Rumah Sakit Urip Sumoharjo, sudah membaik.

Sang Istri, Dewi Asmara, baru menjalani operasi pada lengan tangan bagian kirinya yang patah. Operasi yang selesai sekitar pukul 16.10 WIB tersebut ditangani dokter spesialis bedah ortopedi, dr. Marudut Sitompul, Sp. B.O.

Sekprov Lampung Berlian Tihang yang menjenguk Erwin sekitar pukul 16.25 tersebut mengatakan, kondisi bupati Lamtim sudah membaik dan hanya sedikit sesak pada dadanya karena benturan setir kemudi saat kecelakaan. ’’Mudah-mudahan besok boleh pulang,’’ harap Berlian Tihang.

Sementara, Kasi Pengumpulan dan Penyajian Informasi Publik Dishubkominfo Lamtim Armansyah menuturkan, kondisi Bupati Erwin Arifin sangat baik. ’’Tadi pagi saya melihat kondisinya baik-baik saja. Mungkin hari ini (kemarin) beliau pulang,’’ kiranya. (wyn/rnn/asy/p6/c3/ary)

Jerat Pasal sang Bupati

Pasal 310 UU No. 22/2009
(1) Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan kerusakan kendaraan dan/atau barang sebagaimana dimaksud dalam pasal 229 ayat (2), dipidana dengan pidana penjara paling lama enam bulan dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.

(2) Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan korban luka ringan dan kerusakan kendaraan dan/atau barang, dipidana dengan pidana penjara paling lama satu tahun dan/atau denda paling banyak Rp2.000.000. (*)

Info Langganan