Rabu, 23 Juli 2014
     
Home Berita Utama Pelajaran di Usia 13 Tahun

Pelajaran di Usia 13 Tahun

646
Kali Dibaca
E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita
Oleh: Direktur Radar Lampung Group Hi. Ardiansyah, S.H.
Saya sama sekali tidak percaya 13 merupakan angka sial. Memang Sabtu, 2 Februari 2013, Radar Lampung terlambat terbit. Dan itu merupakan edisi khusus karena bertepatan HUT Ke-13 Radar Lampung. Saya sangat yakin keterlambatan itu karena kami lalai. Tidak matang mempersiapkan edisi khusus itu. Pada edisi tersebut, partisipasi para relasi kami berupa pemasangan iklan ucapan HUT sangat luar biasa. Jumlahnya mencapai lebih dari 25 halaman.

Semula, iklan-iklan tersebut akan dimuat secara bergiliran. Namun atas permintaan relasi, iklan itu dimuat pada edisi Sabtu, bertepatan 13 tahun Radar Lampung. Akhirnya, Radar Lampung edisi itu terbit 44 halaman.

Selain halaman yang bertambah, jumlah permintaan cetak pun meningkat. Dan ternyata, hal ini menimbulkan masalah teknis di mesin kami yang memang sudah terlalu banyak mencetak koran harian. Dan juga mingguan.

Pada malam itu, percetakan kami mencetak 13 koran harian. Di grup Radar Lampung saja terdapat 11 koran harian. Selain Radar Lampung, terdapat juga Rakyat Lampung, Lampung News Paper, Trans Lampung, Radar Tuba, Radar Kotabumi, Radar Lambar, Radar Lamteng. Radar Metro, Radar Tanggamus, dan Radar Lamsel. Serta dua koran harian milik pihak lain yang secara rutin mencetak di percetakan kami.

Sebanyak 13 koran harian itu selama ini kami cetak dan tidak ada masalah. Semuanya sudah bisa dirampungkan hingga pukul 05.00 WIB.

Masalahnya ada di Radar Lampung. Selain halamannya bertambah dari 32 halaman menjadi 44 halaman, variasi warnanya juga bertambah. Akibatnya, Radar Lampung harus naik cetak hingga lima kali. Padahal biasanya hanya tiga kali.

Menambah naik cetak Radar Lampung bukan merupakan masalah sepele. Karena berarti harus menambah waktu cetak hingga tiga jam. Karena setiap naik cetak membutuhkan waktu hingga 1,5 jam.

Kondisi itu diperparah karena untuk mendesain iklan sebanyak 25 halaman, yang separuhnya full color, membutuhkan waktu yang cukup lama. Hingga bagian iklan membutuhkan waktu tambahan hingga tiga jam pula. Jadi dari hitung-hitungan itu saja, Radar Lampung lebih lambat 6 jam.

Wajar saja jika pada hari itu Radar Lampung selesai dicetak pukul 10.00 WIB. Padahal biasanya, paling lambat sudah selesai pukul 04.00. Meski percetakan yang dimiliki Radar Lampung terbilang canggih, mampu mencetak hingga 50.000 eksemplar per jam, tetap tidak mampu juga mengatasi keterlambatan itu.

Dengan komposisi 70 persen pelanggan tetap, terlambat pun tetap ditunggu pembaca setia Radar Lampung. Tetapi masalahnya, ada 30 persen lagi yang dijual secara eceran. Dan itu jumlahnya mencapai belasan ribu eksemplar.

Sebenarnya dijual siang pun masih ada peluang untuk laku. Namun mengingat hari itu HUT-nya Radar Lampung, saya memutuskan untuk dibagikan cuma-cuma saja.

Acara syukuran yang sudah kami siapkan, kami tunda. Seluruh karyawan Radar Lampung ditambah grup-grupnya di daerah ikut ke daerah-daerah membagikan koran gratis. Yang penting, koran-koran yang terbit siang itu tetap dinikmati pembaca kami walaupun terlambat.

Tentunya, ucapan maaf kami sampaikan atas kejadian tersebut. Semoga kami bisa mengambil hikmah dan kian menjadikan Radar Lampung lebih dewasa dan tetap menjadi media terbesar di provinsi ini.

Saat ini, Radar Lampung Group sudah memiliki 11 koran harian dan 1 stasiun televisi. Tahun 2013 ini, kami tengah menyiapkan perizinan untuk 3 stasiun radio. Bahkan 1 stasiun radio, yakni Radar FM yang berlokasi di Bandarjaya, Lampung Tengah, sudah uji coba siaran.

Selain itu, juga tengah diproses perizinan 1 stasiun televisi lagi. Yakni Saburai TV yang nantinya berlokasi di wilayah Lampung Selatan.

Dasar pemikiran kami mendirikan stasiun TV di Lamsel sebagai respons Radar Lampung Group atas rencana dibangunnya Kota Baru. Kami optimistis Kota Baru akan menjadi kawasan pemerintah dan bisnis masa depan.

Di bisnis media cetajk, kami akan terus menerbitkan koran-koran baru. Namun tentunya, koran yang memiiki segmentasi tertentu.

Di tahun 2013 ini, paling lambat Maret, kami akan menerbitkan koran harian baru yang khusus bicara politik. Tentunya, ini mengambil momen adanya pemilihan gubernur.

Memang tidak mudah untuk me-manage begitu banyak bisnis media, baik cetak maupun elektronik. Persoalan yang sudah mulai kami risaukan adalah pengawasan terhadap para personel Radar Lampung Group yang kini jumlahnya hampir mencapai 500 orang.

Pengawasan ini merupakan hal yang sangat penting bagi kami untuk tetap menjaga personel-personel Radar Lampung tetap memiliki integritas. Karena kami sadar betul integritas adalah segalanya, karena merupakan modal utama untuk membangun kepercayaan publik yang merupakan roh bisnis media.

Kami sadar betul telah banyak kru kami yang sudah menggadaikan integritasnya. Dan, saya pun tak ragu-ragu memberhentikan mereka yang terindikasi ke arah itu. Hingga kini, jumlahnya telah mencapai belasan orang.

Dan kami bersyukur, banyak perilaku menyimpang kru Radar Lampung Group yang terungkap karena adanya laporan dari warga, mitra, dan para relasi. Semoga, kepedulian para pihak itu terus kami terima. Hingga keinginan kami untuk membangun media berkualitas tetap kami pertahankan.

Akhirnya, ucapan terima kasih kami tak terhingga kepada semua pihak yang telah bersama-sama membesarkan Radar Lampung Group, terutama para pembaca, mitra, dan relasi bisnis. Kami mohan maaf atas segala kekurangan. Wass. (*)


Info Langganan