Hari Ini!  Jum'at, 18 Mei 2012
Home Berita Utama Honorer Dites sebelum PNS

Honorer Dites sebelum PNS

E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita
Pemerintah akan menerapkan tes seleksi kepada seluruh tenaga honorer untuk bisa diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Azwar Abubakar mengatakan, tes seleksi mencakup materi akademik kompetensi minimal.

’’Jadi harus dites dahulu, terutama guru. Karena sebagian besar guru itu masuknya tidak melalui tes. Ada syarat kemampuan penguasaan materi guru dan pengetahuan umum. Ada kompetensi dasar dan ada kompetensi bidang,” ungkap Azwar usai menemui ketua PB PGRI dan perwakilan guru honorer di gedung Kemenpan RB, Jakarta, Selasa (21/2).

Dalam pelaksanaan tes seleksi ini, pemerintah akan menggandeng sepuluh  perguruan tinggi negeri (PTN). Yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Andalas (Unand), dan Universitas Hasanuddin (Unhas).

    Azwar menjelaskan, proses tes seleksi ini akan dikoordinasi oleh sepuluh PTN tersebut. Sehingga pelaksana tes ini tidak lagi pemerintah daerah (pemda), melainkan ditangani oleh pemerintah pusat atau nasional.

’’Selain tes seleksi, tenaga honorer yang kita angkat ini juga harus bersedia untuk ditempatkan di tempat yang kosong. Banyak tenaga honorer saat ini tidak mau dipindah, dan hanya mau menempati tempat yang sudah penuh (di kota). Jujur saya katakan, guru ini hitungannya sudah lebih. Kita sudah mengalahkan Jepang. Tetapi mengajarnya masih delapan jam. Ini belum efektif. Kita minta kesediaan dari guru yang diangkat mau ditempatkan sesuai kebutuhan,’’ tukasnya.

Dilanjutkan, saat ini ada 600 ribuan tenaga honorer dari semua bidang yang siap diikutkan tes seleksi dan dilakukan secara bertahap. Meski demikian, ia menyebutkan, penghasilan (gaji) tenaga honorer berasal dari non-APBN dan APBD.

Di luar jumlah itu, juga ada sekitar 160 ribu tenaga honorer yang siap diangkat menjadi PNS. Tetapi, tenaga honorer ini pendataannya sudah selesai dan tidak perlu lagi mengikuti tes seleksi.   

’’Oleh karena itu, untuk 600 ribuan yang non-APBN dan APBD tersebut,  datanya akan kita recheck. Awalnya kita minta jumlah saja, namun nanti kita minta namanya siapa, di mana asalnya, sejak kapan. Biar jelas. Saya berprinsip honorer ini akan diperhatikan bukan karena alasan kemanusiaan, tetapi juga harus mempunyai kemampuan minimum. Kita kan menggunakan uang negara untuk membayarnya. Maka itu, yang paling penting kita juga tidak menutup kesempatan untuk anak-anak yang masih fresh,’’ paparnya. (jpnn/c3/ary)

Komentar Anda  

 
0 #1 udo Kamis, 23/02/2012 | 10:45 WIB
Guru sebagai ujung tombak SDM bangsa.
Seharusnya yang di tes tidak cuma seleksi honorer menjadi PNS tetapi seluruh peserta CPNSD juga perlu di lakukan tes kompetensi agar didapat guru yang benar-benar layak mengajar. Selama ini tes formasi guru melalui seleksi CPNSD dilakukan hanya melaui tes tertulis saja sehingga tidak semua guru yang lulus CPNSD dapat mengajar dengan baik di depan siswa. Begitu pula dengan formasi lain, misalnya : Tenaga kesehatan.
Quote
 

Beri Komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim.
Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
HATI-HATI TERHADAP SEGALA BENTUK PENIPUAN YANG MENCANTUMKAN NOMOR TELEPON DAN ALAMAT EMAIL/WEB ATAU SOCIAL NETWORK LAINNYA YANG ADA DALAM ISI KOMENTAR!..


Security code
Refresh


Info Langganan


Recommendations