Minggu, 24 Agustus 2014
     
Home Bandarlampung Metropolis Jarak Anak Pertama dan Kedua, Idealnya 2–5 Tahun

Jarak Anak Pertama dan Kedua, Idealnya 2–5 Tahun

19884
Kali Dibaca
E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita
Mengatur jarak kelahiran antara anak pertama dan kedua perlu diperhatikan. Selain mempertimbangkan faktor kesehatan ibu, sang kakak pun akan siap menerima kehadiran adiknya. Jarak paling ideal bagi ibu untuk kembali melahirkan jika anak sudah berusia di atas 2 tahun dan di bawah 5 tahun.

”Pada masa itu, anak telah mendapatkan perhatian cukup,” kata Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Bunda Asy-Syifa dr. Hj. Wardah Suhaili, Sp.O.G. kepada Radar Lampung di ruang kerjanya kemarin.

Menurut Wardah, jika ibu hamil kurang dari dua tahun, seharusnya pada masa ini ibu sedang dalam masa menyusui. Dengan demikian, proses pemberian air susu ibu (Asi) dan perhatian kepada anak menjadi kurang maksimal. Secara psikologis, anak yang berusia kurang dua tahun belum siap memiliki adik.

Pada usia 2–5 tahun, anak pertama sudah memasuki pendidikan anak usia dini (PAUD). Sehingga, ia dianggap telah cukup mengerti dengan kehadiran anggota baru di rumahnya.

Sedangkan jika melahirkan anak di atas 5 tahun, ibu akan kembali sulit melahirkan dan rasanya akan seperti persalinan anak pertama. Seharusnya pada persalinan kedua, ibu sudah lebih gampang dibandingkan melahirkan anak pertama. Di mana, organ-organ reproduksi sudah lebih siap.

”Namun, karena terlalu lama menjadi sulit. Sebab, organ reproduksi yang harusnya sudah lentur menjadi kaku kembali,” kata dokter berjilbab ini.

Apabila ibu melalukan proses persalinan caesar, jarak untuk kembali hamil sebaiknya sekitar 18 bulan. Rentang waktu dekat jika ibu kembali melahirkan, bekas jahitan yang tipis akan teregang dan berisiko sobek tanpa ketahuan akibat kehamilan. Umumnya, lokasi daerah tempat irisan operasi itu menjadi lebih tipis dari sebelumnya.

Selain itu, kata dia, usia hamil seorang ibu idealnya antara 20–35 tahun. Pada usia ini, janin berkualitas baik akan semakin mudah didapat. Berbeda jika hamil di luar rentang usia itu. Sebab, ibu akan berisiko mengalami komplikasi jika baru hamil di atas 35 tahun.

”Sedangkan jika hamil di bawah usia 20 tahun, organ reproduksi ibu belum sepenuhnya berfungsi dengan baik,” ungkap Wardah. (nur/p6/c2/dna)

Yang Perlu Diperhatikan

Berapa jarak yang diinginkan antara anak pertama dan kedua? Apakah berdekatan atau justru harus berjauhan? Banyak sekali pertimbangan yang melatarbelakangi keinginan pasangan dalam menentukan jarak usia antara anak.

Mulai dari kedekatan anak satu sama lain, cara mengasuh, dan biaya pendidikan nantinya. Namun, mana yang sebenarnya cocok untuk pasangan? Memiliki anak dengan usia yang tidak terpaut jauh atau justru sebaliknya? Simak pemaparan berikut ini seperti dirangkum Baby Center!

Anak dengan Jarak Usia Dekat

Memiliki anak dengan rentang usia yang tidak terpaut jauh sudah pasti memiliki tantangan tersendiri pada tahun-tahun awal pertumbuhan anak. Ibu akan merasa seperti memiliki anak kembar karena masa pertumbuhan mereka berada dalam masa yang relatif bersamaan.

Beberapa pasangan cenderung lebih memilih untuk bersusah payah mengurus anak dalam satu kurun waktu tertentu dan dapat menikmati hidup setelahnya dibandingkan jika harus mengulang kesulitan saat mengurus anak beberapa tahun kemudian.

Memiliki anak dengan jarak usia dekat dapat mempermudah ketika ibu harus menitipkannya di tempat penitipan anak atau harus menyewa babysitter. Bagi si anak sendiri, memiliki saudara dengan jarak usia hanya 1–2 tahun membuat mereka menjadi dekat dan mudah untuk saling menyayangi.

Namun, jika berpikir mengenai jangka panjang, ibu harus menyadari bahwa dengan rentang usia yang dekat, otomatis ibu memiliki waktu yang lebih sedikit mengumpulkan uang untuk biaya pendidikan anak-anak. Jika siap dengan biaya-biaya yang harus dikeluarkan dua kali lebih banyak, ibu dapat mempertimbangkan memiliki anak dengan jarak usia dekat.

Anak yang Usianya Terpaut Jauh

Bagi beberapa pasangan, memiliki anak dengan usia yang terpaut tiga tahun atau lebih merupakan sebuah keuntungan. Pasangan dapat menikmati waktu untuk bernapas setelah kesibukan mengurus anak bayi selesai.

Hal ini memberikan keuntungan bagi orang tua dan anak karena sang anak dapat mendapatkan perhatian lebih sebelum pada akhirnya orang tuanya sibuk mengurus adiknya yang baru lahir.

Dalam segi finansial, ibu dapat lebih tenang karena memiliki waktu yang lebih banyak untuk mengumpulkan uang dalam rangka pemenuhan biaya pendidikan anak. Keuntungan lainnya adalah jika melahirkan dengan rentan waktu yang lebih lama, ibu dapat lebih mudah mengencangkan kembali tubuh.

Ibu bisa kembali memiliki tubuh yang indah seperti sebelum melahirkan.

Namun, yang harus dipertimbangkan jika memang ingin jarak usia anak jauh adalah ibu harus siap untuk lagi-lagi terbangun setiap malam. Siapkan diri untuk mengulang lagi apa yang dihadapi ketika mengurus anak pertama.

Setiap pilihan memiliki kelebihan dan kekurangan. Semuanya bergantung kemampuan dan pilihan dalam mengurus anak. (net/p6/c2/dna)


Baca Juga
Berita Lainnya