Hari Ini!  Jum'at, 18 Mei 2012
Home Bandarlampung Metropolis Melihat Aktivitas Gabungan Pencinta Reptil Lampung

Melihat Aktivitas Gabungan Pencinta Reptil Lampung

E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita
Lepas Ular di Area DBL, Dampingi Petualangan Panji
Sebelas ular dilepas di luar arena Honda Development Basketball League (DBL) 2012 Lampung Series yang digelar di GOR Saburai, Bandarlampung, kemarin. Kehebohan pun terjadi saat seekor ular king cobra dan sepuluh ular cincin emas dilepas. Tetapi reaksi yang timbul bukan ketakutan, justru kegembiraan.

Laporan Dina Puspasari, BANDARLAMPUNG

BUAT sebagian orang, hewan reptil, khususnya ular, banyak ditakuti. Alasannya jelas, sebagian jenis hewan ini berbisa. Kulitnya yang licin juga membuat orang jijik menyentuhnya.

Namun, sekumpulan pemuda yang kerap ’’nongkrong” di Kedamaian, Tanjungkarang Timur, ini justru sebaliknya. Mereka mencintai reptil sebagai sesama makhluk hidup.

Mereka memelihara 30-an reptil yang terdiri ular, kadal, hingga musang sejak tujuh tahun lalu. Peliharaan mereka ini berasal dari seluruh penjuru Indonesia, bahkan hingga luar negeri.

Paling jauh dari negeri ini, mereka mendapatkan kadal dan ular piton dari Papua. Yang paling jauh lagi, Gabungan Pencinta Reptil Lampung (Gratil) ini memiliki ular piton yang didatangkan langsung dari Afrika Selatan.

’’Sedangkan ular lokal yaitu sanca gendang. Jenis ini hanya berada di Lampung, tidak ada di daerah lain,” ujar Ketua Gratil Ardi Mpoy sembari menunjukkan ular tersebut kepada Radar Lampung di stan yang mereka buka di arena DBL.

    Ardi juga menunjukkan koleksi Gratil lainnya. Ular paling tua yang mereka miliki adalah sanca atau phyton reticulatus. Gratil telah memelihara ular ini hingga berusia lima tahun. Beratnya mencapai puluhan kilogram.

Jenis lain yang dipamerkan dalam stan DBL adalah ular kobra, weling, dan welang. Pada ular welang, belang hitamnya utuh berupa cincin dari punggung hingga perut. Sedangkan pada ular weling, belang hitamnya hanya sekadar selang-seling warna di bagian punggung. Sementara seluruh perutnya berwarna putih.

    Kalau ular kobra, tentu kita sudah mengetahuinya. Jenis yang biasa disebut ular sendok ini sangat berbisa. Ardi pun kerap digigit ular berbisa. Tak segan, ia menunjukkan banyak bekas gigitan ular di tangannya. ’’Ya kalau kami sudah tahu sifat ular dan hati-hati saja. Digigit king cobra juga pernah,” ujar dia.

Penanganannya, Ardi hanya mengikat kencang tangan yang digigit ular. Setelah menyedot bisa yang masuk ke dalam tubuhnya, dia juga meminum obat antiserum atau penawar bisa.

Ardi menceritakan, kelompoknya ini sudah tujuh tahun berdiri. Bahkan, Gratil selalu mendampingi Panji dalam acara televisi Petualangan Panji yang disiarkan oleh Global TV. Acara ini memang kerap menampilkan Panji yang merupakan penakluk ular. Banyak trik yang dilakukan Panji untuk menjinakkan ular-ular yang hidup di alam bebas. ’’Biasanya, kalau tim Panji datang ke Lampung, survei dahulu melalui kami. Dan kami mendampingi mereka berburu,” kata Ardi.

Memelihara ular pun, menurut dia, gampang-gampang susah. Memberi makan dianggap gampang karena hanya sekali dalam sepekan. Caranya hanya memberikan burung ataupun kepala ayam untuk disantap. ’’Ular juga tak bersuara, jadi tidak bising,” ujarnya.

    Ardi juga menjelaskan bahwa Gratil ini didirikan bukan untuk mengeksploitasi dan menyiksa ular. Untuk memperkenalkan jenis ular kepada orang lain, kata dia, memang harus ada contoh.

Memperkenalkan ular mereka lakukan lewat internet, gathering, pameran, bahkan ke sekolah-sekolah. Di even DBL kali ini, Gratil diundang PT Tunas Dwipa Matra, selaku distributor sepeda motor Honda. (c1/adi)

Beri Komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim.
Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
HATI-HATI TERHADAP SEGALA BENTUK PENIPUAN YANG MENCANTUMKAN NOMOR TELEPON DAN ALAMAT EMAIL/WEB ATAU SOCIAL NETWORK LAINNYA YANG ADA DALAM ISI KOMENTAR!..


Security code
Refresh