Hari Ini!  Jum'at, 18 Mei 2012
Home Bandarlampung Metropolis Jika Suami Bekerja di Luar Kota

Jika Suami Bekerja di Luar Kota

E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita
Masalah pekerjaan menjadi alasan Novi Adelia (26) kerap ditinggalkan ke luar kota. Pegawai outsourcing PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Wilayah Lampung ini pun harus menjalani peran ganda di rumah tangganya karena masalah jarak.

’’Tugas-tugas suami sebagai ayah, terpaksa saya handle. Bahkan saat menyetir mobil pun, saya harus memangku anak yang masih berusia sepuluh bulan,” tutur Novi kepada Radar Lampung.

Belakangan ini, memang semakin banyak pasangan suami-istri yang tinggal terpisah. Tentu saja menjalani pernikahan macam ini bukanlah hal yang mudah dan tidak sedikit pasangan yang akhirnya menyerah.

    Psikolog Shinta Mayasari, S.Psi., M.Psi. mengatakan, keutuhan keluarga memang menjadi sangat penting pada tumbuh kembang anak, kesehatan mental ibu, dan keharmonisan rumah tangga. Jika istri kerap ditinggal suami untuk bekerja, dibutuhkan emosi yang stabil.

    ’’Figur yang komplet, yakni ayah dan ibu, sangat penting serta dibutuhkan oleh setiap anak. Meskipun, secara fisik sang ayah tidak berada dekat dengan istri dan anak-anaknya. Sebaiknya suami-istri tetap menjalin komunikasi yang berkualitas, seperti rutin menelepon atau mengirimkan hadiah bagi istri dan anak-anak,” ujar Shinta.

    Bila kondisi ini dapat terwujud, baik anak maupun istri tidak perlu mencari sosok pengganti sehingga potensi terjadi perselingkuhan dalam rumah tangga pun menjadi kecil. Posisi istri dalam kasus Novi memang membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih besar dalam perawatan anak serta memenuhi kebutuhan rumah tangga.

’’Mulai dari memberi makan anak, membeli berbagai kebutuhan, hingga mengajak anak mencari hiburan. Tidak mengherankan jika waktu dan tenaga ibu sering terkuras. Apalagi bila ibu itu juga disibukkan oleh pekerjaan di kantor,” paparnya.

Guna mengatasi permasalahan ini, menurut Psikolog A Retnoriani, tidak ada salahnya jika ibu mencari asisten rumah tangga untuk membantunya mengurus anak dan rumah tangga. Jadikan asisten rumah tangga Anda sebagai mitra yang menjadi bagian dari keluarga.

Anak-anak juga perlu diajak bekerja sama untuk membantu mengurus diri mereka masing-masing. Bahkan ajaklah mereka untuk membantu beberapa tugas rumah tangga. Melibatkan dan memberi tanggung jawab pada anak-anak dapat mengurangi beban kerja seorang single mom sekaligus melatih kemandirian serta tanggung jawab.

’’Atur pembagian tugas rumah secara baik. Sesuaikan dengan usia dan kemampuan anak,” ungkap Kasi Pelayanan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Lampung ini.

    Tidak kalah pentingnya bagi seorang ibu adalah menjalani semuanya dengan ikhlas. Memang menjadi single parent adalah tugas yang tidak mudah. Bahkan sangat berat. Bila dijalani dengan penuh kesabaran dan keikhlasan, akan terasa ringan dan menyenangkan. (nur/c2/dna)

Kuncinya Komunikasi

Jika Anda dan suami merupakan salah satu pasangan yang melakukan pernikahan jarak jauh, ada baiknya mengikuti beberapa tips ini agar bisa mengatasi masalah serta hambatan yang diakibatkan oleh jarak.

1. Usahakan agar komunikasi Anda dan pasangan selalu jujur serta terbuka setiap harinya.

2. Saling memiliki komitmen dan percaya seutuhnya bahwa pasangan Anda telah berkomitmen pada pernikahan.

3. Pernikahan jarak jauh biasanya selalu dirundung masalah jika tidak saling memiliki kepercayaan yang tulus.

4. Kirimi ia e-mail, jurnal, atau hadiah kecil yang membuat ia merasa spesial dan selalu memikirkan Anda.

5. Cobalah untuk saling berbagi cerita dan harapan mengenai perasaan Anda serta pasangan ketika sedang berjauhan. Lakukan hal yang sama ketika sedang bersama-sama.

6. Buatlah jurnal harian. Kemampuan mencurahkan segala perasaan dengan menulis terkadang bisa membuat seseorang jauh lebih jujur ketimbang berbicara langsung dengan pasangan.

7. Rencanakan kegiatan atau perjalanan bersama.

8. Maksimalkan segala bentuk komunikasi, mulai dari situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Skype, atau e-mail untuk mengirim kabar, ucapan penyemangat, kartu elektronik, puisi, atau lagu favorit.

9. Sesekali, berikan kejutan pada pasangan dengan cara mengiriminya hadiah atau dengan tiba-tiba Anda datang ke tempatnya tanpa pemberitahuan sebelumnya.

10. Komitmen dan kepercayaan adalah yang utama.

11. Ada baiknya jika Anda memberikan emoticon saat mengirim pesan agar tidak terjadi kesalahpahaman dengan tone nada atau maksud pesan. (dbs/c2/dna)

Beri Komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim.
Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
HATI-HATI TERHADAP SEGALA BENTUK PENIPUAN YANG MENCANTUMKAN NOMOR TELEPON DAN ALAMAT EMAIL/WEB ATAU SOCIAL NETWORK LAINNYA YANG ADA DALAM ISI KOMENTAR!..


Security code
Refresh