Jum'at, 25 Juli 2014
     
Home Bandarlampung Hukum & Kriminal Korupsi Dana BOS, Kepsek Divonis Setahun

Korupsi Dana BOS, Kepsek Divonis Setahun

1129
Kali Dibaca
E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita

BANDARLAMPUNG – Roslina Heldawati (53), Kepala SDN 5 Sukadana, Lampung Timur, boleh bernapas lega. Meski terbukti mengorupsi dana bantuan operasional sekolah (BOS), vonis yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Tipikor Tanjungkarang tidak seberat tuntutan jaksa.

Dalam persidangan kemarin, warga Sukadana ini dinyatakan bersalah melanggar pasal 3 UU RI No. 31/1999 tentang Tindak Pidana Korupsi jo UU RI No. 20/2001 tentang Perubahan atas UU RI No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

Roslina dijatuhi vonis hukuman penjara satu tahun dengan denda Rp50 juta subsider 2 bulan. Vonis ini jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntut dirinya hukuman penjara 18 bulan dan denda Rp50 juta subsider 2 bulan.

Roslina kontan menerima putusan itu. Pasalnya, jika dipotong masa tahanan, Roslina hanya tinggal menjalani masa hukuman selama 4 bulan.

Menurut majelis hakim yang diketuai Mien Trisnawati, pengembalian kerugian negara yang dilakukan Roslina menjadi salah satu hal yang meringankan vonisnya. Pertimbangan lainnya, Roslina belum pernah dihukum dan masih dibutuhkan oleh keluarganya.

Dalam dakwaannya, Roslina diduga telah mengorupsi dana BOS sebesar Rp30.128.550. Hal itu berdasarkan audit BPKP pada 21 Desember 2012.

JPU Adi Muliawan memaparkan kronologis tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh warga Sukadana itu. Dalam surat dakwaan disebutkan, perkara itu berawal dari nota kesepahaman antara Roslina selaku Kepala SDN 5 dengan Dinas Pendidikan, Olahraga, dan Pemuda Lamtim.

Sekolahnya didapuk menerima dana BOS 2009, 2010, dan 2011. Untuk pencairan dana BOS pada 2009 dan 2010 melalui kantor pos. Kemudian pada 2011 melalui Bank Lampung.

Besaran dana BOS yang diterima SDN 5 Sukadana pada 2009 sebesar Rp40.494.000. Kemudian pada 2010 mendapatkan dana BOS total Rp40.891.000 dan pada 2011 sekolah ini mendapatkan dana BOS Rp43.670.000.

Namun, penggunaan dana BOS 2009, 2010, dan 2011 di sekolah itu tidak didasarkan pada keputusan tim manajemen BOS sekolah, dewan guru, serta komite sekolah. Seharusnya keputusan itu dituangkan dalam rencana kerja anggaran sekolah (RKAS)/rencana anggaran pendapatan belanja sekolah (RAPBS) SDN 5 Sukadana.

Dana itu dikelola sendiri oleh Roslina tanpa melibatkan bendahara sekolah dalam pembuatan laporan pertanggungjawaban penggunaan dana BOS SDN 5 Sukadana. (red/p2/c2/wdi)