|
Kabid Perhubungan Darat Dishub Hujatullah mengatakan, 20 persen Jl. Z.A. Pagar Alam akan dibenahi untuk mendukung jalan utama kota. ’’Hanya, konstruksinya diubah. Salah satunya penempatan trotoar di atas siring. Ini merupakan dampak dari penyesuaian lahan yang dilakukan,” papar dia kepada Radar Lampung kemarin (21/2).
Sementara untuk pembenahan jalur Rajabasa-Sukaraja, Korpri-Sukaraja memang berdampak pada pembangunan halte. ’’Yang terpenting itu kan struktur jalannya dahulu dibenahi, baru halte menyusul. Ini konsekuensi yang harus diambil,” papar Hujatullah mendampingi Kadishub Normansyah.
Menyangkut rencana pengoperasian feeder atau jalur penghubung, Hujatullah berprinsip, ini dapat dilakukan setelah fasilitas pendukung terealisasi. ’’Kita realistis sajalah memandang hal ini. Jalur feeder kapan pun bisa dioperasikan, dengan catatan tepat sasaran dan halte pendukung sudah rampung,” kata dia.
Ditambahkan, seiring dengan rencana tersebut, pihaknya terus melakukan penertiban terhadap angkutan kota (angkot) di seluruh trayek. Terbukti dari hasil operasi kemarin terdapat 25 unit angkot dikandangkan karena melanggar ketentuan berlaku.
”Dua puluh lima angkot itu sebagian tidak memiliki bemper, nomor pintu, dan izin trayek sudah mati. Sanksinya kita kandangkan dulu, dan diminta untuk segera mengurus izin trayek. Jika tidak kami sarankan untuk mengubahnya menjadi plat hitam,” bebernya. (ful/c1/adi)



KANTOR PUSAT: GRAHA PENA LAMPUNG, Jl. Sultan Agung No. 18 Kedaton, Bandarlampung - 35115 - Indonesia | Telp. (0721) 789750 - 782306, Fax. (0721) 789752 - 773930