Hari Ini!  Jum'at, 18 Mei 2012
Home All Sport Jerit Klasik Laga kandang

Jerit Klasik Laga kandang

E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita
BANDARLAMPUNG – Meski sudah berada dalam konsorsium Indonesian Premier League (IPL), ’’penyakit’’ PSBL Lampung tak juga sembuh. Dua kali kalah dan baru memenangi satu kali laga, pengurus sudah menjerit kekurangan uang.

    Persoalan klasik ini seolah menjadi luka yang sulit disembuhkan. Ditanya soal ini, Manajer PSBL Faisal Yusuf mengakuinya. ’’Kita kekurangan dana. Saya akui, kita sudah mengambil dana dari PSSI Pusat. Dana itu adalah dana talangan. Jadi jatuhnya kita utang ke PSSI Pusat. Nanti akan kita kembalikan,’’ ujarnya kepada Radar Lampung.

    Dana ini, kata Faisal, dibutuhkan tim PSBL Lampung untuk mengarungi Divisi I IPL, khususnya putaran kedua.  ’’Pasalnya, dana yang didapat dari PSSI Pusat dinilai tidak cukup memadai. Terlebih dana itu bukanlah dana hibah,’’ katanya.  

    Faisal mengatakan, dana talangan dari PSSI Pusat sebesar Rp100 juta yang dicairkan dalam dua termin. Termin pertama sudah dicairkan pada 1 Februari 2012. ’’Saya sudah ambil dana dari pusat. Dananya dana talangan sebesar Rp50 juta. Sisanya akan dicairkan pada termin kedua Rp50 juta. Itu untuk kebutuhan mengarungi putaran kedua,’’ tuturnya.

    Menurutnya, dana yang didapatkan itu memang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tim. Mulai dari konsumsi, suplemen, penginapan, transportasi, dan gaji.  ’’Kita memang kekurangan dana pas mau berangkat. Untungnya ada dana dari bantuan pengurus. Di sini susah sekali cari sponsor. Tidak ada satu pun sponsor yang membantu kita. Untungnya pengurus masih mau membantu,” ungkapnya.

    Karena itu, Faisal berharap pada laga perdana di kandang 5 Februari 2012 melawan Persikasi, Kabupaten Bekasi, diharapkan penonton yang datang membludak. Dia menghitung, PSBL akan menjalani tiga laga kandang lagi setelah melawan Persikasi. Dari sana, dana yang terkumpul akan dijadikan tambahan modal.

    Faisal optimistis pada laga kandang yang akan dijalani PSBL bisa mengumpulkan dana yang cukup. ’’Ya, lumayan buat tambahan. Kita juga kan belum cairin dana termin kedua. Kalau dananya cukup kan enak. Tim juga bisa tampil tenang. Kebutuhan yang diperlukan tim bisa dipenuhi,” kata dia.

    Pihak penyelenggara pertandingan PSBL melawan Persikasi memang membuka karcis untuk 2 ribu suporter. Setiap karcis memiliki tarif berbeda berdasarkan jenisnya. Untuk kelas VIP dibanderol Rp20 ribu dan kelas I dibanderol Rp10 ribu. Kemudian yang kelas III biasa dibanderol Rp5 ribu.

     ’’Untuk sementara ini, panitia belum menyediakan tiket karena outlet-nya belum ada. Jadi pada hari pelaksanaan pertandingan nanti, baru tiket bisa didapatkan di Stadion Pahoman, Bandarlampung,’’ ungkap Rahmudin, ketua pelaksana pertandingan. (ton/c2/ary)

Beri Komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim.
Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
HATI-HATI TERHADAP SEGALA BENTUK PENIPUAN YANG MENCANTUMKAN NOMOR TELEPON DAN ALAMAT EMAIL/WEB ATAU SOCIAL NETWORK LAINNYA YANG ADA DALAM ISI KOMENTAR!..


Security code
Refresh

 
Advertise